Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Muslim Ini Raup Omzet Ratusan Juta dari Jualan Rumput

mahmuda attar hussein Ahad, 29 Agustus 2021 - 07:59 WIB
Muslim Ini Raup Omzet Ratusan Juta dari Jualan Rumput
Ilustrasi rumput gandum untuk obat pencernaan kucing. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Tidak banyak orang mampu memanfaatkan sebuah masalah menjadi peluang yang menghasilkan rupiah. Salah satu orang yang berhasil, Acen Trisusanto.

Muslim milenial ini, sukses berbisnis berangkat dari permasalahan yang dialami oleh kucing peliharaannya. Kucing kesayangannya mengalami persoalan pencernaan. Salah satu obatnya rumput gandum. Lama belanja rumput gandum, Acen melihat produk itu menjanjikan dijadikan usaha karena banyak orang memiliki masalah terkait kucing peliharaan.

Acen mulai menjual rumput gandum. Berkembang, usaha Acen kini menyediakan segala kebutuhan untuk kucing peliharaan. Toko Kekucingan miliknya hadir menjawab segala kebutuhan dan keperluan seputar kucing peliharaan.

Acen mengisahkan, dulu kucingnya sempat mengalami gangguan pencernaan dan mengalami penurunan nafsu makan akibat hariball.

“Saya mulai mengenal rumput gandum tepatnya pada 2019, kucing saya muntah akibat hairball atau bola bulu yang menyebabkan kucing tidak enak badan dan mempengaruhi nafsu makannya. Setelah googling ternyata solusi untuk mengatasi hairball pada kucing adalah rumput gandum,” ujarnya dikanal Youtube Kisah Tanpa Batas.

Baca juga: Deretan Bisnis Jusuf Kalla, Otomotif Hingga Energi

Acen mulai bisnis rumput gandum, dengan melakukan pemesanan dalam bentuk benih dengan harga Rp30 ribu per kilogram. Ia mencoba berbagai strategi untuk bisa memasarkannya kembali, dengan membuat pengemasan yang pas.

“Waktu itu saya beli semua jenis plastik dan kardus. Saya tidak tahu bakal pakai yang mana nantinya, yang penting ada dulu alat dan bahan untuk packaging-nya,” ujarnya.

Acen melakukan riset yang cukup matang dalam menjalankan usahanya menjual rumput gandum untuk kebutuhan kucing. Dilanjutkan dengan branding dan strategi pemasaran yang tepat untuk menjaga kestabilan produknya di pasaran.

Sehingga pada tahun lalu, tepatnya 28 September 2020, ia mulai melakukan pemasaran produk di marketplace dan mampu balik modal dalam kurun waktu sebulan.

“Itu saya sudah mulai pakai ads (iklan berbayar) di marketplace, minta tolong teman share barang saya, bisa dikatakan saya melaukan strategi marketing sedari awal memulai usaha dengan modal yang saya punya,” ujarnya.

Dana yang terkumpul dari penjualan rumput gandum tersebut lantas ia putuskan untuk mengembangkan usahanya. Acen melanjutkannya dengan membuat produk shampoo khusus kucing, diikuti dengan multivitamin, minyak ikan, dan minyak kelapa.

Selain menjual produknya di semua marketplace yang ada, Acen juga menggunakan beberapa platform digital yang ada, seperti WhatsApp Business dan Website kekucingan.id. Dengan menggunakan platform digital tersebut, kini produknya mampu menjangkau hingga Indonesia bagian timur, seperti Papua, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Sebenarnya tidak ada trik khusus, kecuali presisten dan konsisten. Artinya dalam bisnis kita perlu melakukannya secara terus menerus untuk berinovasi. Selain itu, kita juga perlu melihat barang kebutuhan dari kacamata konsumen. Itu yang saya lakukan dari awal, saya tanya ke mereka, kira-kira butuhnya apa,” jelasnya.

Baca juga: Tas Rajut Asal Yogyakarta yang Mendunia, Tetap Berbagi Saat Pandemi

Awalnya Acen merupakan pekerja kantoran, saat pandemi mulai menjadi masalah di mana-mana. Ia merasa pengurangan pegawai yang terjadi di perusahaan cukup meningkatkan beban kerjanya.

Acen memutuskan mundur sebagai pekerja kantoran sejak Juni 2020. Ia mengaku, saat mengambil keputusan tersebut belum mengetahui langkah ke depan untuk mendapatkan penghasilan. Terbilang nekat memang, hingga akhirnya ia memperhatikan kucing-kucing yang berada di sekelilingnya.

Acen beranggapan bahwa kehidupan kucing memerlukan segala jenis perawatan dan pemenuhan kebutuhan hidup yang tidak sedikit. Dari situ, Acen mulai menghubungi temannya yang kebetulan memiliki usaha petshop.

“Saya putuskan untuk jadi reseller, hingga kami menjalin kerja sama. Namun, karena berbeda visi, itu hanya bertahan selama tiga bulan. Saya saat itu punya modal Rp5 juta dan memang dalam hati sudah menghindari bekerja di kantoran, saya mulai cari di marketplace kebutuhan soal kucing yang bisa diperjual-belikan, dan ketemulah dengan rumput gandum,” jelasnya.

Menurutnya, faktor yang sangat mempengaruhi dalam bisnis online adalah iklan berbayar di marketplace dan influencer marketing. Dengan begitu, produk dagang bisa semakin dikenal luas oleh banyak orang.

Acen terbilang sering mengikuti kampanye di marketplace terkait toko dan produknya. Sampai pernah ia mendapatkan sebanyak 350 orderan dalam seminggu yang ia kerjakan sendiri pada awalnya.

“Sulit kan kalau dikerjakan sendiri, saya pikir sudah harus berbagi tugas dengan karyawan. Alhamdulillah sekarang saya sudah punya tiga karyawan, dengan omzet selama enam bulan sejak Oktober lalu mencapai ratusan juta rupiah,” tuturnya.

Baginya, usaha bisa jalan dan berkembang memerlukan fokus para pelaku usaha itu sendiri. Fokus dalam artian mengerjakan semua hal yang berkaitan dengan usaha yang dijalankan, sesulit dan sesusah apa pun itu.

“Soalnya saya pernah punya pengalaman dari 2017 sempat menjalankan e-commerce yang menjual barang-barang kebutuhan untuk naik gunung, dan sampai sekarang tidak ada yang laku satu pun. Itu karena memang saya tidak fokus ke sana. Karena saat itu pun saya kan masih kerja kantoran yang artinya setengah-setengah menjalankannya,” ujarnya.

Baca juga: Orientasi Ekspor, Pemerintah Perkuat Industri Furnitur Rotan

Kini, ketika sudah mencapai titik di mana ia sukses dengan berjualan online, Acen memiliki harapan untuk bisa terus mengembangkan bisnisnya. Ia memiliki rencana ke depan agar Kekucingan tidak hanya menjadi petstrore yang menjual barang soal kucing, tetapi menjadi sesuatu yang lebih besar.

“Mudah-mudahan ke depan manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kucing, tapi juga membantu orang-orang mendapatkan penghasilan dengan menyerap tenaga kerja mereka,” imbuhnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)