LANGIT7.ID-, Jakarta- - Istidraj merupakan istilah yang diberikan kepada orang-orang yang tidak pernah Allah limpahkan musibah dalam hidupnya. Orang itu senantiasa berbuat dosa kepada Allah dan tidak mau bertaubat.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar, mencontohkan istri Nabi Nuh AS dan istri Nabi Luth AS. Kedua istri nabi itu tidak sadar bahwa Allah telah timpakan musibah berupa istidraj, karena sudah durhaka dan mengingkari suaminya serta memprovokasi umat agar tidak mengikuti perintahnya.
ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّامْرَاَتَ لُوْطٍۗ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِيْنَ
"
Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (QS At-Tahrim: 10)
Baca juga:
Gempa M5,2 Getarkan Meulaboh Aceh, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi LempengSementara perumpamaan hamba Allah yang shalih seperti kesabaran Nabi Ibrahim AS dengan ayahnya durhaka, dan kesabaran Nabi Ayyub AS yang diganggu Iblis. Hal tersebut Allah SWT abadikan dalam Surah As-Shad ayat 41-43.
Dalam ayat tersebut, Allah SWT menggambarkan kesabaran yang dimiliki Nabi Ayyub saat ditimpa penyakit kulit yang berkepanjangan. Pada saat bersamaan, istrinya memilih untuk pergi. Nabi Ayyub lalu bersumpah akan mencambuk istrinya saat sembuh.
Pada saat Nabi Ayyub AS sembuh dari penyakit, istrinya pun datang dan meminta maaf agar bisa kembali hidup bersama. Namun, Nabi Ayyub tidak pernah melupakan sumpahnya. Akan tetapi, dia juga tidak tega bila harus memukul istrinya. Maka Allah pun memerintahkan kepada Nabi Ayyub untuk memukul istrinya dengan rumput. Hal ini terkandung dalam Surah Shad ayat 44.
"Maka dari contoh tersebut dapat kita teladani sikap sabar para Nabi dalam menghadapi kenyataan hidup ini dan meningkatkan keimanan dalam diri, agar kita bisa termasuk ke dalam golongan hamba-hambaNya yang shaleh," ujar Prof Umar dalam Kajian Malam Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (10/7/2023).

(ori)