Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Tahun Baru Hijriyah, Momen Perubahan Umat Islam

Muhajirin Kamis, 20 Juli 2023 - 16:00 WIB
Tahun Baru Hijriyah, Momen Perubahan Umat Islam
Tahun baru hijriyah menjadi momentum perubahan umat Islam.Foto/ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Umat Islam tidak boleh sekadar merayakan tahun baru hijriyah dengan berbagai ritual, pesta, dan perayaan tanpa makna serta pemahaman yang benar terkait arti hijrah. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan momentum perubahan masyarakat Jahiliyah Arab menjadi masyarakat Islam di bawah panji Al-Qur'an.

Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan, hijrah merupakan momentum pembeda antara masyarakat yang penuh dengan penindasan dan kezaliman terhadap sesama dengan masyarakat yang saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

"Kita harus berani dan mau mengakui penyakit-penyakit yang ada dalam diri bangsa kita ini sehingga dari situ kita menunjukkan kemauan untuk melakukan hijrah dan perubahan ke arah yang lebih baik," kata UBN dalam tausiahnya di Jakarta, Rabu (19/7/2023).

Masyarakat muslim Indonesia harus hijrah dari penyakit korupsi yang sudah kronik dan menjalar ke semua sendi dan darah bangsa ini, penyakit syirik modern berupa kekuasaan dan popularitas, penyakit tidak pernah puas akan harta kekayaan, penyakit tidak peduli terhadap sesama, sampai penyakit hidup bermewah-mewahan.

Baca juga:Pelajaran Penting di Balik Hijrah Nabi Muhammad SAW

Umat Islam harus hijrah dari penyakit amal ibadah yang dilakukan tidak lagi mampu mempengaruhi akhlak dan perilaku umat, penyakit mengedepankan kekerasan dalam penyelesaian masalah, penyakit tidak lagi menghargai nyawa yang sangat dijaga dalam Islam, penyakit kurang ilmu sehingga mudah disesatkan atau diselewengkan oleh aliran sesat dan paham sekuler.

Dengan mengetahui penyakit-penyakit yang ada dalam tubuh umat ini, maka umat akan dapat melangkah melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan berhijrah menuju jalan Allah SWT. Hanya dengan melakukan perubahan, Allah SWT akan merubah keadaan dan kondisi umat itu ke arah yang lebih baik.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS Ar-Ra'd: 11)

Umat muslim harus menyadari Islam bukan hanya shalat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Qur'an dan berzikir saja. Meskipun ibadah itu suatu keharusan yang sama sekali tidak boleh ditinggalkan. Tetapi, Islam juga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada sesama, melakukan sesuatu dengan usaha terbaik, menyingkirkan duri dari jalan, dan membantu saudara yang dalam kesulitan.

Islam juga menghormati tamu, memuliakan tetangga, amanah, berjihad melawan segala bentuk kezaliman, berlaku adil, tidak berlaku khianat, tidak berbuat zalim, tidak menganiaya, tidak melakukan korupsi, tidak berbuat riba, tidak bersumpah palsu, tidak bersaksi palsu dan amalan-amalan sosial lainnya.

"Islam itu menyangkut semua dimensi diri manusia dan meliputi semua dimensi kehidupan manusia. Dengan mengetahui dan menyadari itu maka seorang muslim tidak lagi hanya sekedar sholat, puasa dan haji, tapi pengaruh ibadah-ibadah itu akan tercermin dan terlihat dalam kesehariannya dan perilakunya terhadap sesamanya," ujar UBN.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)