LANGIT7.ID-, Jakarta- - Islam mengatur setiap sendi kehidupan manusia, mulai dari bangun hingga tidur kembali. Tidur menjadi aktivitas penting dalam siklus kehidupan manusia.
Dengan tidur organ-organ tubuh dapat beristirahat. Selain itu, tidur juga bermanfaat untuk pertumbuhan dan mengumpulkan energi untuk kembali beraktivitas.
Teladan umat Islam, Nabi Muhammad SAW diketahui memiliki kebiasaan tidur menghadap ke kanan. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
"Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu." (HR Al-Bukhari No 247 dan Muslim No 2710).
Baca juga:
Kisah Hasan Tata Abas, Orang Indonesia Jadi Asisten Imam Masjid Nabawi Dr Jamal Muhammad Zaki dalam buku "Hidup Sehat Tanpa Obat" mengungkap sejumlah manfaat dari sunnah rasul, tidur miring ke kanan.
"Tidur dengan posisi miring ke kanan dapat membantu melancarkan aliran darah dari bilik jantung sebelah kiri yang posisinya menjadi lebih tinggi ke seluruh tubuh kecuali pembuluh Aorta," terangnya.
Artinya, posisi tidur miring ke kanan membuat seluruh anggota tubuh selain tangan kiri akan berada sejajar atau di bawah jantung.
Posisi ini membuat darah mengalir ke seluruh bagian tubuh sesuai dengan hukum gravitasi. Karena itu, posisi tidur miring ke kanan baik untuk jantung.

Dr Jamal pun memaparkan akibat tidur dengan posisi lain seperti telentang. Menurut Dr Jamal, saat tidur dalam posisi telentang, aliran darah juga akan dengan mudah mengalir ke seluruh bagian tubuh.
Posisi jantung pun sejajar dengan seluruh anggota tubuh kecuali bagian depan kepala (wajah).
"Akan tetapi, posisi tidur seperti ini lebih merepotkan jantung daripada posisi tidur miring ke kanan. Karena posisi jantung lebih cenderung ke arah kanan," jelasnya.
Ditambahkannya, tidur telentang malah membuat jantung lebih banyak mengeluarkan energi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Singkatnya, jantung tidak dapat beristirahat saat kita tidur telentang.
Selain telentang, Dr Jamal juga menjelaskan posisi tidur miring ke kiri. Posisi ini, sebut Dr Jamal, malah akan membuat jantung bekerja lebih keras lagi.
"Karena darah akan dipompa dari bilik jantung sebelah kiri ke Aorta yang posisinya lebih tinggi 10 derajat, sehingga aliran darah pun tidak lagi mengikuti hukum gravitasi dan hanya bisa mencapai ke 45 persen bagian tubuh saja," terang Dr Jamal.
Dr Jamal menekankan, posisi tidur miring ke kiri bukanlah cara yang baik dan memudahkan kerja jantung mengalirkan darah ke bagian kanan kepala dan seluruh tubuh.
Dalam bukunya tersebut, Dr Jamal juga membedah hikmah Rasulullah SAW tidur menggunakan bantal tipis atau hanya menempelkan tangan kanan ke pipi kanan.
"Saat kita tidur menggunakan bantal, maka itu akan membuat posisi kepala berada lebih tinggi dari jantung. Ini justru akan membuat jantung menjadi kesulitan dan membutuhkan energi ekstra untuk memompa darah ke kepala," tegasnya.
(ori)