LANGIT7.ID, Makassar - Sejumlah milenial di Kota Makassar mengembangkan usaha dalam bidang pertanian yakni budidaya sayuran hidroponik di masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini digagas empat orang anak muda, dua di antaranya merupakan mahasiswa Universitas Hasanuddin.
Kaju Farm didirikan dan dikelola anak-anak muda. Budidaya ini menjadi bukti inovasi milenial di tengah pandemi Covid-19, karena berani untuk bertani dengan melihat peluang yang besar.
Founder Kaju Farm, Aldy mengatakan, pandemi menjadi tantangan bagi semua orang, termasuk anak muda agar berinovasi, sehingga bisa bertahan di situasi sekarang ini.
Baca Juga: Komunitas Estate Padi Bergerak Latih Petani agar Mandiri dan Melek Teknologi"Tantangan ini menjadi tantangan yang setiap orang harus hadapi dan harus berinovasi lebih untuk tetap bertahan di situasi sekarang. Inilah yang coba kami lakukan," ujar Aldy.
Rekannya yang juga Fouder Kaju Farm, Adhi, mengisahkan awal mula terbentuknya usaha ini berawal dari adanya ide untuk membuat sesuatu yang dapat lebih bermanfaat untuk orang banyak.
"Alasan memilih usaha hidroponik merupakan pilihan yang berdasar dari pengamatan dari tingginya tren masyarakat mengkonsumsi sayuran, di mana sayuran hidroponik memiliki banyak manfaat dan mudah untuk dipelajari oleh setiap lapisan masyarakat," katanya.
Kaju Farm menggunakan konsep hidroponik urban farming yaitu sebuah konsep bercocok tanam di lingkungan rumah di tengah kota dengan memanfaatkan lahan dengan sebaik mungkin.
Cara ini menjadi yang pertama digunakan Kaju Farm di Kota Makassar, karena anak-anak muda ini melihat masih banyak pelaku usaha lain yang tidak menggunakan konsep tersebut.
"Kami memulai usaha ini sebenarnya karena kami melihat potensi pengembangan lahan dan permintaan pasar. Terdengar aneh berkebun di tengah kota tapi ini sebenarnya yang ingin kami promote bahwa lahan sempit itu bisa memproduksi," kata Adhi.
Sumber: Antaranews(bal)