LANGIT7.ID, Jakarta - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memberikan kelonggaran bagi perawat muslim memakai hijab di seluruh layanan kesehatan publik Singapura. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan November 2021.
Menurut Lee Hsien Loong mengenakan hijab sangat penting karena bagian dari iman dan bagian dari ekspresi identitas dalam beragama.
“Ini mencerminkan tren umum religiositas yang lebih kuat dalam Islam, di seluruh dunia, di Asia Tenggara, dan di Singapura,” kata Lee selama rapat umum Hari Nasional, seperti dilansir Anadolu, Selasa (31/8/2021).
Lee menunjukkan bagaimana sikap terhadap isu hijab di kalangan muslim lokal kini telah bergeser.
Baca juga:
Muhasabah: Hidup Sepenuh Syukur“Perubahannya bertahap tetapi selama satu generasi, perubahannya cukup jelas. Pemerintah sangat memahami keinginan lebih banyak muslimah untuk memakai hijab,” tambahnya.
Dia juga mengatakan non-Muslim telah menjadi lebih terbiasa melihat wanita Muslim mengenakan hijab. Sementara orang Singapura yang lebih muda lebih menerima perbedaan ras dan agama.
“Pertama-tama kami akan memastikan bahwa semua orang – Muslim dan non-Muslim – memahami dan menerima perubahan karena hijab bukan hanya urusan umat Islam. Ini adalah masalah nasional,” ujar Lee Hsien Loong.
Kementerian Kesehatan mengatakan kebijakan seragam yang direvisi akan diterapkan pada lebih dari 7.000 staf.
Tapi status quo untuk Angkatan Bersenjata Singapura, Home Team Academy Kementerian Dalam Negeri, dan layanan berseragam lainnya masih belum memungkinkan untuk diterapkan.
"Mereka adalah senjata negara yang tidak memihak dan sekuler. Mereka menggunakan kekuatan bersenjata, dan menegakkan hukum Singapura. Mereka harus selalu terlihat melakukannya tanpa rasa takut atau simpati. Karena itu, semua orang memakai seragam yang sama," jelasnya.
(sof)