Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 18 Februari 2026
home global news detail berita

Boikot Kurma Israel Jelang Ramadhan Makin Gencar, Produsen Ketakutan

esti setiyowati Sabtu, 09 Maret 2024 - 07:00 WIB
Boikot Kurma Israel Jelang Ramadhan Makin Gencar, Produsen Ketakutan
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Seruan boikot kurma Israel jelang Ramadhan semakin meluas seiring dengan berlanjutnya penindasan Israel di Palestina. Pemboikotan ini menimbulkan kekhawatiran produsen kurma Israel.

Media lokal Haaretz melaporkan, aksi boikot akibat genosida Israel di Palestina mempersulit penjualan kurma Israel di pasar Eropa jelang Ramadhan.

Diketahui, penjualan sekitar sepertiga ekspor kurma tahunan Israel dilakukan selama bulan Ramadhan.

"Kampanye iklan senilai 550.000 USD (sekitar Rp8,7 miliar) untuk mempromosikan kurma Medjool Israel dihentikan sebagai tanggapan atas ketakutan akan boikot," bunyi laporan tersebut.

Baca juga:Daftar 15 Merek Kurma Produk Israel dan Ketahui Ciri-Cirinya

Dilansir Middle East Eye, Jumat (8/3/2024), Israel mengekspor kurma hampir 340 juta dolar AS atau sekitar Rp5,2 triliun setiap tahunnya. Sehingga menjadikan industri ini target penting dalam kampanye boikot pro Palestina.

Pengawasan terhadap produk-produk Israel di kalangan komunitas Muslim meningkat setelah pertumpahan darah di Gaza.

Perang tersebut mengakibatkan hampir 30.000 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 69.000 orang terluka oleh Israel hanya dalam waktu lima bulan.

“Siapa pun yang mendekati rak tersebut dan melihat tulisan ‘Buatan Israel’ akan berpikir dua kali,” kata seorang pengusaha di industri kurma Israel.

“Sebagian besar kurma dijual selama Ramadhan dan di mana pun mereka (komunitas Muslim) bisa membeli dari orang lain, mereka akan mencoba menghukum kami,” tambahnya.



Dalam beberapa tahun terakhir, kampanye gerakan Boycott, Divestment, Sanction (BSD), memberikan tekanan ekonomi pada perusahaan-perusahaan Israel agar menghentikan pendudukan.

Gerakan ini menyasar supermarket Eropa dan memastikan konsumen untuk menghindari membeli kurma Israel.

Israel sendiri merupakan salah satu produsen kurma terbesar di dunia, khususnya kurma Medjool yang populer.

“Ada organisasi yang memasuki supermarket di Eropa yang menjual kurma dengan merek kami, dan menempelkan stiker di supermarket tersebut yang menyatakan bahwa pembelinya 'berkontribusi terhadap genosida',” kata produsen kurma Israel lain kepada Haaretz.

Kampanye Solidaritas Palestina mengatakan bahwa sebagian besar kurma Medjool Israel ditanam di pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki oleh pemukim Israel.

Para pegiat pro Palestina secara teratur mengingatkan masyarakat untuk memeriksa label asal kurma sebelum membeli.

'Siapa pun yang mendekati rak dan melihat "Made in Israel" akan berpikir dua kali'– Penjual Kurma.

Aksi Boikot pada Ekonomi Israel

Israel diketahui menguasai pasar Medjool sebesar 50 persen, yang menjadikannya sebagai salah satu produsen terbesar di dunia.

Di tahun 2022, nilai ekspor kurma Israel berkisar 338 juta dolar AS atau sekitar Rp5,2 triliun, angka tertinggi dari ekspor buah-buahan lainnya.

Ekspor kurma ke Turki anjlok 50 persen pada Oktober tahun lalu. Padahal pasar tersebut menyumbang sekitar 10 persen dari seluruh ekspor kurma dari Israel.

Demi melawan kampanye boikot, produsen Israel mengubah label pada produk mereka untuk mengaburkan asal muasal kurma tersebut.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 18 Februari 2026
Imsak
04:31
Shubuh
04:41
Dhuhur
12:10
Ashar
15:21
Maghrib
18:18
Isya
19:28
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan