Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home global news detail berita

AS Kaji Proposal Gencatan Senjata Gaza, Hingga Menentang Invasi Israel di Kota Rafah

nabil Selasa, 07 Mei 2024 - 15:01 WIB
AS Kaji Proposal Gencatan Senjata Gaza, Hingga Menentang Invasi Israel di Kota Rafah


LANGIT7.ID-, Washington- - Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya sedang mengkaji tanggapan Hamas terhadap usulan gencatan senjata di Gaza, namun menolak memberikan rincian mengenai perjanjian tersebut. AS juga menolak keras invasi militer Israel ke Rafah, sebuah kota di bagian selatan Gaza.

Para pejabat di Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri bungkam mengenai perundingan gencatan senjata pada Senin (6/5/2024), namun mereka menegaskan kembali bahwa pembebasan tawanan Israel di Gaza tetap menjadi prioritas utama AS.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller mengatakan Washington akan “menahan penilaian” atas tanggapan Hamas terhadap kesepakatan tersebut sampai mereka mempunyai waktu untuk meninjau proposal sepenuhnya.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa Hamas telah mengeluarkan tanggapan. Kami sedang meninjau tanggapan tersebut sekarang dan mendiskusikannya dengan mitra kami di kawasan,” katanya.

Miller menolak mengatakan apakah Hamas menyetujui tawaran yang didukung AS atau versi lain dari proposal tersebut.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah mendorong gencatan senjata untuk beberapa bulan, dengan alasan bahwa perjanjian semacam itu akan membuat tawanan Israel keluar dari Gaza, memungkinkan lebih banyak bantuan masuk ke wilayah tersebut dan memberikan peluang bagi solusi jangka panjang terhadap perang tersebut.

Hamas telah mengumumkan sebelumnya pada Senin (6/5/2024) bahwa mereka telah memberi tahu mediator Mesir dan Qatar tentang persetujuannya terhadap kesepakatan yang diusulkan oleh kedua negara.


Gencatan dilakukan dalam 3 fase


Pejabat Hamas Khalil al-Hayya mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan mencakup tiga fase, dimulai dengan penghentian pertempuran sehingga memungkinkan orang-orang di Gaza untuk bergerak bebas di dalam wilayah tersebut.

Hal ini akan berakhir dengan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, gencatan senjata permanen dan rekonstruksi daerah kantong tersebut.

Tiga tahap yang saling berhubungan, kata al-Hayya, semuanya akan menyaksikan pertukaran tawanan Israel di Gaza dan tahanan Palestina di Israel.

Dia menambahkan bahwa keputusan sekarang ada di tangan Israel. “Kami telah mengedepankan apa yang kami miliki. Kami telah mengedepankan sikap positif dan persetujuan terhadap proposal tersebut,” kata al-Hayya.

Direktur CIA Bill Burns telah berada di wilayah tersebut sejak Jumat untuk membantu memajukan perundingan gencatan senjata, namun tidak jelas apakah dia mendukung kesepakatan yang diterima Hamas.

Kabinet perang Israel mengatakan mereka akan melakukan pembicaraan lebih lanjut untuk membahas proposal tersebut, namun militer Israel akan terus melanjutkan operasinya di kota Rafah, bagian selatan Gaza, meskipun ada kekhawatiran internasional yang meningkat terhadap warga sipil yang berlindung di sana.

“Kabinet perang Israel dengan suara bulat memutuskan bahwa Israel akan melanjutkan operasi di Rafah untuk memberikan tekanan militer terhadap Hamas guna mempercepat pembebasan sandera kami, menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas dan memastikan bahwa Gaza tidak menimbulkan ancaman bagi Israel di masa depan,” kata juru bicara pemerintah Israel dalam sebuah pernyataan.

“Sementara itu, meskipun proposal Hamas jauh dari persyaratan yang diperlukan Israel, Israel akan mengirimkan delegasi ke mediator untuk memanfaatkan kemungkinan mencapai kesepakatan dalam kondisi yang dapat diterima oleh Israel,” tambahnya

Biden juga melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin dan menekankan penolakan AS terhadap serangan darat di Rafah.

“Presiden menegaskan kembali posisinya yang jelas mengenai Rafah,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Lebih dari 1,5 juta warga Palestina berlindung di Rafah, yang juga berfungsi sebagai pintu gerbang utama bantuan kemanusiaan memasuki Gaza.

Sebagai informasi, militer Israel telah meningkatkan pemboman terhadap kota tersebut dan memerintahkan sekitar 100.000 orang di Rafah timur untuk mengungsi.

Pada Senin, Miller juga menyatakan penolakan AS terhadap serangan di Rafah berbeda dengan dorongan untuk gencatan senjata.

“Kami tidak dapat mendukung operasi di Rafah seperti yang dibayangkan saat ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS tersebut, seraya menambahkan bahwa AS belum melihat rencana yang kredibel untuk melindungi warga sipil yang terjebak di kota oitu.

“Bahkan tanpa tanggapan terbaru ini [oleh Hamas], kami telah menegaskan bahwa kami tidak mendukung Israel melancarkan operasi militer skala penuh di Rafah,” tegasnya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)