LANGIT7.ID-Jakarta; Ada seorang pemuda yang sedang mengejar seekor ayam, lalu ayam itu panik dan berlari, pemuda tersebut belum juga menyerah untuk menangkapnya, namun lagi-lagi ayam itu berlari.
Saat ayam itu terdiam, pemuda perlahan-lahan dari belakang mulai menangkapnya. Namun, lagi-lagi tidak berhasil.
Pemuda itu terduduk letih, dalam hati bergumam "Kenapa saya tidak berhasil menangkap, padahal saya sudah berusaha keras menangkapnya".
Tidak lama kemudian, pemuda tersebut mengubah caranya dengan "memberi" makanan kepada ayam tersebut.
Sambil memberi makanan, ayam itu kemudian menghampiri, dan ayam itu akhirnya berhasil ditangkapnya.
Ternyata kisah pemuda dalam menangkap ayam mengajari kita tentang menjemput rezeki.
Terkadang kita berpikir dengan logika, segala cara sudah kita lakukan namun entah kenapa rasanya rezeki seperti tersendat dan belum menemukan solusi dari berbagai macam persoalan dalam hidup.
Mungkin cara kita yang terlalu mengejar, sampai kita lupa siapa yang memberi rezeki. Astaghfirullah...
Berusaha keras itu harus, tapi jangan sampai kita lupa bahwa Allah lah yang memberikan rezeki. Allah lah yang Maha Pemberi Rezeki.
Dengan kita memberi (sedekah),
Dengan kita berbakti (kepada orang tua),
Dengan kita beribadah kepada Ilahi Rabbi,
Dengan kita lapang hati (syukur dan sabar).
Dan meniatkan semuanya karena Allah Ta'ala.
Insya Allah lapang hati, lapang rezeki.(komunitas percepatan rezki)
(lam)