LANGIT7.ID-, Jakarta- - Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan sunnah yang dilaksanakan selama tiga hari di setiap bulan hijriyah. Rasulullah Saw melaksanakan puasa sunnah ini setiap tanggal 13, 14 dan 15. Namun di bulan Dzulhijjah, tanggal 13 adalah hari Tasyrik yaitu hari yang diharamkan untuk berpuasa. Lalu bagaimana pelaksanaan puasa sunnah Ayyamul Bidh-nya?
Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk mengikuti amalan sunnah yang dilakukan Rasulullah Saw. Salah satunya mengerjakan puasa sunnah Ayyamul Bidh tersebut.
Berpuasa selama tiga hari setiap bulan di kalender hijriyah atau Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam hadits Bukhari, dari Abu Hurairah RA, ia berkata:
Baca juga:
Pengertian Hari Tasyrik, Amalan dan Larangannya“Kekasihku (Rasulullah SAW) telah mewasiatkan kepadaku tiga nasehat yang tidak akan pernah aku tinggalkan sampai mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), salat dhuha, dan salat witir sebelum aku tidur.” (HR. Bukhari)
Ayyamul Bidh menjadi amalan sunnah muakad, “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: ‘Rasulullah SAW sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian” (HR. an-Nasa’i sanad hasan)
Kapan pelaksanaannya? Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rasulullah berwasiat kepada Abu Dzar.
Dari Abu Dzar, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda kepadaku: ‘Wahai Abud Dzar jika kamu ingin puasa selama tiga hari di setiap bulan, maka berpuasalah di tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas.” (HR. Tirmidzi)
Dalam riwayat lain juga disebutkan. Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan RA, ia berkata:
“Rasulullah SAW telah memberikan perintah kepada kami untuk berpuasa di hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. Abu Dawud pada an-Nawawi, Riyadhus Shalihin, Juz II, h.81).
Lantas bagaimana mengerjakan puasa Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah, sebab kita tahu bahwa tanggal 13 Dzulhijjah termasuk hari Tasyrik?
Solusinya adalah berpuasa Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah hanya pada tanggal 14 dan 15 saja. Sedangkan 13 Dzulhijjah diganti di hari apapun pada bulan Dzulhijjah, bisa tanggal 16 Dzhulhijjah atau hari lain.
Hal ini berdasarkan pada hadits yang berlaku, seperti diterjemahkan: Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Saw bersabda, “Puasa pada 3 hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari, no. 1979).
Hadits di atas menunjukkan bahwa puasa Ayyamul Bidh itu lebih utama jika punya kemudahan untuk dikerjakan pada tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah. Jika tidak mudah untuk mengerjakannya, cukup berpusa 3 hari pada hari mana saja yang disuka. (Penjelasan Syekh Sa’id bin Wahf Al-Qohthoni dalam Ash-Shiyam fil Islam, halaman 375).
Tahun ini tanggal 13, 14, dan 15 Dzulhijjah jatuh pada Kamis 20 Juni, Jumat 21 Juni, dan Sabtu 22 Juni.
Jadi Anda bisa mulai menjalankannya esok hari, dan jangan lupa membaca niat puasa Ayyamul Bidh sebelum mengerjakannya. Adapun niatnya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaytu shauma ayyamil bidl lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala.
(ori)