LANGIT7.ID-, Jakarta- - Israel sedang mempelajari tanggapan Hamas terhadap proposal yang mencakup kesepakatan pembebasan sandera dan gencatan senjata di Gaza, menurut pernyataan dari badan intelijen Israel, Mossad.
"Para mediator kesepakatan sandera telah memberikan tim negosiasi tanggapan Hamas terhadap garis besar kesepakatan sandera. Israel sedang memeriksa tanggapan tersebut dan akan merespons para mediator," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, atas nama Mossad.
Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Hamas dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas yang berbasis di Qatar, berbicara dengan mediator di Qatar dan Mesir mengenai ide-ide yang sedang dibahas oleh gerakan tersebut untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang yang sudah berlangsung sembilan bulan. Ditambahkan bahwa pembicaraan juga telah diadakan dengan pejabat Turki mengenai perkembangan terbaru.
"Gerakan ini telah terlibat secara positif dengan inti dari pembahasan yang sedang berlangsung," katanya.
Para mediator termasuk Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat telah berusaha selama berbulan-bulan untuk mengamankan gencatan senjata dan pembebasan 120 sandera yang tersisa di Gaza, tetapi upaya mereka terhenti.
Hamas mengatakan setiap kesepakatan harus mengakhiri perang dan membawa penarikan penuh Israel dari Gaza. Israel mengatakan hanya akan menerima jeda sementara dalam pertempuran sampai Hamas dimusnahkan.
Perang di Gaza dimulai ketika pejuang Hamas menyerbu Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan membawa sekitar 250 sandera kembali ke Gaza, menurut perhitungan Israel. Serangan balasan yang dilancarkan Israel telah menewaskan hampir 38.000 orang, menurut kementerian kesehatan Gaza, dan meninggalkan wilayah pesisir yang padat penduduk itu dalam puing-puing.
Rencana gencatan senjata yang ada di meja perundingan, yang dipublikasikan pada akhir Mei oleh Presiden AS Joe Biden, melibatkan pembebasan bertahap sandera Israel yang ditahan di Gaza dan penarikan pasukan Israel dalam dua fase.
Rencana tersebut juga memperkirakan pembebasan tahanan Palestina, dengan rekonstruksi Gaza dan pengembalian jenazah sandera yang meninggal dalam fase ketiga.
(lam)