Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 20 Juli 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Kaya Khazanah Keilmuan, Pesantren Perlu Dikelola untuk Kemajuan Bangsa

tim langit 7 Selasa, 09 Juli 2024 - 12:00 WIB
Kaya Khazanah Keilmuan, Pesantren Perlu Dikelola untuk Kemajuan Bangsa
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyebut pesantren sebagai institusi pendidikan yang kaya akan beragam khazanah keilmuan.

Kiai Said mengungkapkan, pesantren memiliki beragam kekayaan mulai dari sosial, budaya, dan simbolik dalam masyarakat yang perlu dikelola dengan baik untuk kemajuan bangsa.

"Kita kaya dengan social capital, cultural capital, symbolic capital," ujar Kiai Said saat mengisi tausiyah dalam peringatan Haul ke-13 KH Masruri Abdul Mughni, di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah.

"Oleh karena itu, kita banggakan pesantren. Pesantren punya kekayaan sosial masyarakat, kebudayaan, keilmuan peradaban, akhlakul karimah, dan simbolik," sambungnya.

Menurut Kiai Said, pesantren dan NU memiliki kekayaan sosial yang unik dan tidak dimiliki oleh kelompok lain. "Satu, sosial kapital. Kita kaya dengan masyarakat, dengan warga. Hanya kita belum mampu me-manage dengan baik," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Jakarta tersebut.

Kiai Said menegaskan, NU harus selalu berbasis pesantren untuk tetap relevan dan besar. Bahkan, kebesaran NU tak mungkin berarti jika tanpa pesantren.

"Tidak mungkin NU besar kalau meninggalkan pesantren. Tidak mungkin NU ada artinya kalau sudah tidak lagi mengajak pesantren bahkan meninggalkan pesantren. Sekali lagi, NU di tingkat apapun, MWC, PC, PW, pusat pun harus berbasis pesantren," papar ulama kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953 itu.

Selain kekayaan sosial, Kiai Said juga menyoroti kekayaan budaya dan intelektual yang dimiliki pesantren, utamanya dalam hal kitab kuning dan ilmu-ilmu keislaman.

Pesantren, lanjut Kiai Said, merupakan salah satu institusi pendidikan yang terus menghidupkan kajian-kajian kitab kuning sebagai pembelajaran utama kepada santri.

"Kita kaya dengan kitab kuning. Kita kaya. Di luar agama Islam, tidak ada ilmu seperti Ushul Fiqih, metode memahami nash. Di Islam ada dan yang menciptakan Imam Syafi'i," jabar Ketua Umum PBNU 2010-2021 itu.

Kiai Said menjelaskan, pesantren merupakan institusi yang terus melestarikan simbol-simbol khas keislaman, seperti kopiah dan bedug sebagai bagian dari kekayaan budaya yang harus dijaga dan dipertahankan. "Pesantren itu kaya dengan simbol," ungkapnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 20 Juli 2024
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan