LANGIT7.ID-, Jakarta- - Konsep frugal living yang secara sederhana sering dimaknai sebagai gaya hidup hemat terhadap pengeluaran menjadi begitu relevan di tengah era yang serba konsumtif ini. Bagaimana pandangan Islam soal hal ini?
Pada dasarnya dalam AlQuran jelas disebutkan mengenai perintah untuk tidak hidup dalam keborosan. Terjemahan surah Al-Isra ayat 26-27:
“Berikanlah kepada kerabat dekat haknya (juga kepada orang miskin), dan orang yang dalam perjalanan. Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. Al-Isra: 26-27)
Frugal living dimaknai sebagai tindakan mengelola keuangan dengan bijak. Orang yang menjalani gaya hidup frugal membeli barang dan layanan yang dibutuhkan, memperhatikan kualitas, dan mencari cara untuk menghemat uang tanpa mengorbankan kebutuhan dasar.
Dalam konteks Islam, konsep ini sejalan dengan ajaran tentang pengendalian diri, berbagi, dan penghargaan terhadap nikmat Allah.
Baca juga:
Kurangi 4 Kebiasaan Ini Agar Kualitas Kebersihan Hati TerjagaBerdasarkan Tafsir dari Ibnu Katsir dijelaskan bahwa selain berbuat baik kepada orangtua, kita juga diperintahkan untuk berbuat baik kepada kerabat dan orang lain yang membutuhkan. Kebaikan ini mencakup menjaga silaturahmi dan membantu mereka yang kurang beruntung.
Rasulullah Saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa siapa yang ingin rezekinya dilapangkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah dia menyambung tali silaturahmi.
Namun, Allah Swt juga melarang pemborosan. Menghamburkan harta secara berlebihan adalah perilaku yang serupa dengan setan, seperti yang dijelaskan dalam surah Al-Isra ayat 27 di atas.
Ibnu Mas’ud menambahkan bahwa pemborosan adalah infak yang tidak pada tempatnya, sementara Mujahid menegaskan bahwa jika seseorang menggunakan hartanya dengan bijak, dia tidak dianggap boros.
“Sesungguhnya Allah rida kepadamu dalam tiga perkara dan benci kepadamu dalam tiga perkara pula. Dia rida kepadamu jika kamu menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun; jika kamu berpegang teguh pada agamaNya dan tidak berpecah belah; dan jika kamu saling menasihati kepada orang yang diserahkan kepadanya urusanmu. Allah benci pada sikap percaya pada kabar yang tidak tentu sumbernya, banyak tanya tentang hal-hal yang tidak perlu, dan memboroskan harta.” (HR. Bukhari: 2020)
Hadits ini memperjelas bahwa Allah sangat tidak menyukai pemborosan harta, dan hal ini menekankan betapa pentingnya hidup hemat serta mengelola harta dengan bijak.
Dalam Islam seperti dilansir dari situs
halalcorner.id, frugal living dalam Islam dapat diaplikasikan sebagai berikut:
* Mengelola Keuangan dengan Bijak: Islam mendorong kita untuk tidak berlebihan dalam membelanjakan harta. Mengelola keuangan
dengan bijak mencakup menabung, menghindari hutang yang tidak perlu, dan memastikan pengeluaran sesuai kebutuhan.
* Bersedekah dan Berzakat: Salah satu cara hidup hemat dalam Islam adalah dengan mengalokasikan sebagian harta untuk
bersedekah dan berzakat. Ini bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu mereka yang membutuhkan.
* Menghargai Nikmat Allah: Dalam Surah Al-Anam ayat 141, Allah berfirman tentang pentingnya menghargai nikmat yang diberikan
dan tidak berlebihan. Setiap nikmat yang diberikan harus digunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak disia-siakan.
* Menghindari Pemborosan: Menghindari pemborosan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal makanan, pakaian, dan
kebutuhan sehari-hari. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga mendukung keberlanjutan sumber daya alam.
* Memprioritaskan Kebutuhan di Atas Keinginan: Islam mengajarkan kita untuk memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Hal ini
membantu dalam menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.
Sebagian orang memandang frugal living itu tidak lain dari pelit. Padahal bukan itu yang melandasi konsep ini. Bahkan hal terbaik dari menerapkan prinsip frugal living dalam kehidupan sehari-hari adalah kita tidak hanya memenuhi perintah Allah Swt dan Rasul-Nya, tetapi juga menikmati manfaat berupa kehidupan yang lebih tenang, teratur, dan berkah.
Selain itu gaya hidup hemat dapat pula membantu kita lebih bijaksana dalam mengelola keuangan, sehingga dapat memanfaatkan nikmat Allah dengan sebaik-baiknya
(ori)