Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Pemerintah Belum Kabulkan Dana Abadi untuk Pondok Pesantren

Muhajirin Senin, 13 September 2021 - 19:13 WIB
Pemerintah Belum Kabulkan Dana Abadi untuk Pondok Pesantren
Gerbang Pesantren Lirboyo. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Badan Banggar (Banggar) DPR RI Ratna Juwita Sari menyayangkan pemerintah belum mengabulkan kebutuhan riil terkait dana abadi pesantren dan penambahan dana desa. Pemerintah beralasan anggaran defisit.

Bahkan, dalam laporan disebutkan APBN 2022 diperkirakan mencapai defisit Rp868 triliun (4,85 persen) dan pembiayaan utang sebesar Rp973,6 triliun. "Padahal, keduanya sudah dijamin UU Nomor 18/2019 Pasal 45 dan UU Nomor 6/2014," kata Ratna dalam Rapat Panja Asumsi Dasar, Defisit, dan Pembiayaan RAPBN 2022 bersama pemerintah di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Baca Juga: Tere Liye Ajak Pondok Pesantren Jadi Tuan Rumah Literasi

"Akibatnya kita belum melihat bagaimana desentralisasi, semangat APBN yang berkeadilan dan berkelanjutan bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Ratna meminta pemerintah bersama DPR seharusnya memaknai beban fiskal defisit anggaran tersebut, dalam perpektif generasi mendatang. Menurutnya, anak-anak muda Indonesia ke depan akan semakin sempit menikmati ruang fiskal akibat kebijakan yang diambil generasi saat ini.

"Karena itu, saya ingin pertegas dalam hal ini bahwa bagaimana sebenarnya perencanaan pemerintah dalam pembayaran utang yang akan kita ambil pada 2022 nanti yang rasionya terhadap PDB menjadi 43 persen," ucapnya.

Baca Juga: Mengenal Ponpes Trubus Iman, Perintis Agro-Pesantren di Kalimantan Timur

Dalam rapat tersebut, Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, mengatakan, terdapat selisih antara defisit sebesar Rp868 triliun dengan pembiayaan utang Rp973,6 triliun, yakni Rp105,6 triliun. Namun, besaran Rp105,6 triliun tersebut sangat tergantung pada tingkat besaran PDB pada 2022.

Dengan kondisi ini, menempatkan rasio utang terhadap PDB menjadi 43 persen dan rasio utang terhadap pendapatan menjadi sekitar 51,93 persen. Itu terdiri dari bunga utang Rp405,8 triliun dan pokok utang kisarannya Rp550 triliun.

"Sehingga, beban utang yang harus ditanggung pada 2022 sebesar Rp955,87 triliun," ungkapnya.

Baca Juga:

Indonesia Rencanakan Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga pada 2022

Cerita Anjing Setia selama Ratusan Tahun, Dikisahkan Al Quran


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)