LANGIT7.ID-, Jakarta- - Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa pada hari Minggu mengajak Parlemen Eropa untuk menentang keputusan Israel yang melarang badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) beroperasi di wilayah pendudukan Palestina.
Berdasarkan pernyataan dari kantornya, Mustafa mengadakan pertemuan dengan delegasi parlemen di kantornya di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki Israel.
Dalam pertemuan tersebut, dia mendesak delegasi untuk "menentang keputusan Israel melarang kerja UNRWA, yang secara politis bertujuan menghapus hak pengungsi Palestina untuk kembali dan berkontribusi pada memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah Palestina."
Baca juga:
Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.Pada 28 Oktober, 92 anggota dari total 120 kursi Knesset (parlemen Israel) memberikan suara mendukung pelarangan aktivitas badan PBB di wilayah pendudukan Palestina. Keputusan ini mendapat kecaman dari negara-negara Eropa, Barat, dan organisasi internasional.
Israel menuduh karyawan UNRWA terlibat dalam serangan lintas batas oleh kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023, dengan tuduhan bahwa program pendidikan lembaga tersebut "mempromosikan terorisme dan kebencian."
UNRWA yang bermarkas di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa mereka tetap netral, hanya fokus mendukung pengungsi.
Israel terus melancarkan serangan dahsyat ke Gaza sejak serangan Hamas Oktober lalu, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.
Menurut otoritas kesehatan setempat, lebih dari 43.300 orang telah tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 102.000 lainnya terluka.
Israel juga menghadapi kasus dugaan genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza.
(lam)