LANGIT7.ID - Kedudukan wanita beriman di dunia memiliki derajat tinggi. Seperti halnya setiap manusia, wanita beriman di dunia juga bekerja keras, berupaya, sabar dan taat kepada Allah SWT.
Selama di dunia, mukminah seperti juga mukmin, selalu berusaha menjauhkan diri dari dosa dan tabah menghadapi segala situasi sulit yang menimpa mereka.
Ketaatan dan kesungguhan mereka sebagai hamba Allah SWT membuat wanita beriman memiliki kedudukan terpuji. Bahkan Rasulullah SAW, sebaik-baik manusia, juga menghormati wanita beriman dan menyebut empat nama sebagai sebaik-baik wanita beriman di muka bumi.
Rasulullah SAW bersabda: ''Sebaik-baik wanita di alam semesta ada empat orang. Mereka adalah Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, Khadijah, dan Fatimah. (HR Ahmad).
Bagaimana kedudukan wanita beriman dibanding dengan bidadari surga (houri)? Bidadari surga adalah makhluk surga yang tidak berdosa yang mengabdi kepada Allah.
Hanya saja mereka tak pernah mengalami tantangan, seperti memiliki suami yang berbuat dosa, berupaya mencegah anggota keluarga dari berbuat dosa. Bidadari surga juga tak digoda kejahatan sehingga tidak menjalani hidup penuh kesabaran untuk menghindar dari maksiat.
Apakah mungkin kedudukan mereka sejajar?
Apakah sama kedudukan Asiyah misal, istri Firaun yang hidup ketakutan di bawah kekuasaan suaminya, menolak bergelimang harta dan memilih beriman kepada Allah SWT dengan kedudukan bidadari surga?
Ditekankan dalam hadits Nabi, kesempurnaan dan kebaikan para wanita beriman di dunia itu melebihi para bidadari surga:
At-Tabarani memperoleh riwayat dari Umm Salamah r.a. bahwa dia bertanya kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, apakah wanita di dunia itu lebih baik daripada para bidadari di surga?" Beliau menjawab, "Para wanita di dunia lebih baik daripada bidadari surga bertingkat-tingkat." Umm Salamah bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, apakah maksudnya itu?" Beliau menjawab, "Karena sholatnya, puasanya, dan ketaatannya ke pada Allah yang Mahakuasa. Allah telah membungkus wajah mereka dengan cahaya, menutupi tubuh mereka dengan sutra yang berwarna putih, gaun hijau, kemeja kuning, wewangian mereka adalah korundum, sisir mereka berupa emas, dan mereka berkata, 'Kami adalah makhluk abadi yang tidak pernah mati, kami adalah makhluk lembut yang tidak pernah mengeras, kami adalah penghuni yang tidak pernah pergi, dan kami adalah orang-orang yang puas yang tidak pernah mengeluh. Terpujilah dia yang diperuntukkan bagi kami dan kami bagi dia."Siti Aisyah r.a. berkata, "Ketika bidadari surga mengucapkan kata-kata ini, 'Kami adalah yang putri-putri yang sejahtera dan jelita, pasangan dari orang-orang yang dermawan, yang memancarkan cinta dan kebaikan, kami abadi dan tidak pernah mati, yang merasa aman dan tidak kenal takut, para penghuni yang tidak pernah pergi, maka para wanita beriman di dunia harus menjawab mereka begini, 'Dan kami adalah wanita-wanita yang beribadah sedangkan kalian tidak, kami berpuasa dan kalian tidak, kami berwudhu dan kalian tidak, kami beramal baik dan kalian tidak. Dan aku bersumpah demi Allah, mereka (para wanita beriman) itu lebih baik."(arp)