LANGIT7.ID-Jakarta; Sarapan dengan makanan ultra-proses seperti margarin, camilan dalam kemasan, minuman ringan, minuman berenergi, permen, makanan penutup, pizza beku, makanan siap saji, dan roti yang diproduksi secara massal sebaiknya dibatasi. Terlebih jika Anda melewatkan olahraga maka akan mengakibatkan penumpukan lemak di sekitar paha.
Melansir dari Medical Daily pada Selasa (10/12), makanan ultra-proses yang biasanya disantap tidak hanya terkait dengan penumpukan lemak pada paha, tetapi juga dapat meningkatkan risiko osteoartritis lutut.
Makanan olahan dirancang untuk bertahan lebih lama dan menarik konsumen dengan rasanya yang menarik berkat campuran sempurna gula, lemak, garam, dan karbohidrat yang bisa mengaktifkan sistem penghargaan otak. Meskipun dapat memuaskan keinginan, penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.
Menurut Dr. Zehra Akkaya, penulis penelitian tersebut, riset ditujukan untuk menyelidiki dampak kualitas diet, khususnya peran makanan ultra-proses, dalam kaitannya dengan lemak intramuskular di otot paha yang dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan MRI.
"Ini adalah studi pencitraan pertama yang meneliti hubungan antara kualitas otot rangka berbasis MRI dan kualitas diet," ujarnya.
Hasil pemeriksaan MRI mereka yang mengonsumsi makanan olahan menunjukkan tanda-tanda kerusakan otot atau degenerasi pada paha, tempat serat otot normal secara bertahap digantikan oleh lemak. Ketika otot paha rusak, risiko muncul dan berkembangnya osteoartritis lutut menjadi lebih besar.
"Pada populasi orang dewasa yang berisiko tetapi tidak mengalami osteoartritis lutut atau pinggul, mengonsumsi makanan ultra-proses dikaitkan dengan peningkatan lemak di dalam otot paha. Temuan ini berlaku terlepas dari kandungan energi makanan, indeks massa tubuh, faktor sosiodemografi, atau tingkat aktivitas fisik," ujarnya.(*)
(lam)