Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Alih Profesi, Mantan Kepala Sekolah Ini Sukses Jadi Petani Kentang

mahmuda attar hussein Jum'at, 17 September 2021 - 19:00 WIB
Alih Profesi, Mantan Kepala Sekolah Ini Sukses Jadi Petani Kentang
Panen kentang. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Semarang - Uang tidak bisa memberikan kebahagiaan yang hakiki. Hal itu dibuktikan dengan tidak sedikitnya orang yang memutuskan mundur dari pekerjaan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menjanjikan.

Seperti yang dilakukan, muslim asal Semarang, Teddy Irawan. Kini ia lebih memilih pulang kampung untuk menjadi petani, dan meninggalkan pekerjaan lamanya mengabdi di dunia pendidikan.

Sebelum memutuskan menjadi petani, Teddy lama berkiprah di dunia pendidikan di Jakarta, bahkan hingga 20 tahun lebih.

Jabatan mulai dari guru, fasilitator, hingga kepala sekolah di salah satu sekolah internasioal di Bintaro, Tangerang Selatan pernah dilakoninya. Sudah menjadi cita-citanya, suatu saat nanti akan mencari kehidupan yang lebih berkualitas dalam hal menjaga jiwa dan raga.

“Cita-cita saya waktu itu simpel saja. Jadi saya inginnya ketika bangun tidur dan buka jendela itu pemandangannya pegunungan. Alhamdulillah ketika diskusi dengan istri ternyata kami ada kecocokan dan keinginan yang sama,” jelasnya dikanal Youtube CapCapung.

Baca juga: PLTU Co-firing Enceng Gondok Raih Penghargaan Internasional, PLN Komitmen Pada Isu Lingkungan

Sehingga pada akhirnya, Teddy dan istri pulang ke kampung halamannya di Semarang, tepatnya di Lereng Gunung Merbabu dan beralih profesi sebagai petani. Teddy mengaku mendapatkan kenikmatan tersendiri ketika mulai memutuskan untuk menjadi petani.

Menurutnya, ia dapat mengatur sendiri ritme kerjanya. Sehingga target dan capaian dalam pekerjaan pun telah diatur dan disusunnya sendiri tanpa harus mendapatkan tekanan dari pihak mana pun.

“Saya di sini pun membuat sistem dan mengelola pertanian sendiri. Tapi itu semua tidak terlepas dari tuntunan yang ada, sehingga saya bisa bertani secara konstruktif,” ujarnya.

Teddy menuturkan, banyak perbedaan yang ia rasakan selama bekerja di Jakarta dan di kampung halamannya. Menurutnya, sejak beralih profesi menjadi petani ia mulai merasakan menjadi dirinya sendiri, tanpa harus memenuhi tuntutan kesempurnaan dalam bekerja seperti mengenakan seragam khusus.

Selain itu, ia juga mengaku, dengan menjadi petani bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya. Sehingga jalinan kasih sayangnya bersama istri bisa terus terjaga.

“Ketika masih bekerja di Jakarta, saya sempat mengalami ketemu istri di rumah hanya sebentar, karena kesibukan kami masing-masing. Hal itu sangat kontras sekali seketika kami pindah dan hidup di desa,” jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Gratiskan Pajak Penjualan Mobil Baru

Teddy memang mengaku, cashflow hidup di desa lebih lambat ketimbang ketika ia masih bekerja di Jakarta. Namun, baginya hal itu bukanlah sebuah masalah, karena ada nilai kehidupan yang lebih baik ia dapatkan selama tinggal di desa.

Menurutnya, selama tinggal di desa ia dan istri bisa hidup lebih bersahaja dan sederhana. Selain itu, kebiasaan masyarakat desa untuk bergotong-royong diakuinya sebagai salah satu tujuan hidup sebagai manusia yang jarang di temui di ibu kota.

Menjalani profesi sebagai petani, Teddy mengawalinya dengan menjadi petani kentang. Dalam perjalanannya, Teddy tidak sendiri, melainkan dibimbing oleh mentornya untuk bisa mengembangkan sektor pertanian yang saat ini digeluti.

Ia mendapatkan ilmu soal bertani kentang, di mana harus memperhatikan bibit yang berkualitas untuk mendapatkan hasil panen maksimal. Selama ini, ia mendapatkan bibit kentang unggul dari para petani lainnya, dan saat ini ia tengah berupaya mendapatkan bibit kentang unggul dari hasil tangannya sendiri.

“Kami sedang tahap mencoba untuk menghasilkan bibit kentang unggul sendiri. Hal itu kami lakukan agar tidak menjadi kendala di kemudian hari ketika pasokan bibit kentang dari pihak lain mulai terganggu,” ujarnya.

Menurutnya, bibit kentang sendiri telah menghabiskan 40 persen dari biaya operasional penanaman kentang di lahan pertaniannya. Presentase itu cukup besar untuk dunia pertanian dengan komoditas kentang.

Sehingga, selain untuk mencegah kesulitan pasok ke depannya, menciptakan bibit kentang sendiri juga dimaksudkannya untuk menghemat biaya menghemat biaya pengeluaran. Sementara untuk perawatan, ia mengaku mulai memahami gangguan pada pertumbuhan tanamannya dari pengalaman dan belajar dari mentor.

Proses perawatan kentang, diketahuinya lebih kepada langkah pencegahan tanaman mengalami gangguan pertumbuhan. Sehingga akan sulit jika tanaman sudah mengalami gangguan karena tidak adanya langkah penyembuhan terhadap tanaman kentang yang bermasalah.

“Kita juga belajar membaca cuaca, mulai dari kabut, panas, hujan, sampai kepada kelembaban tanah. Hingga akhirnya kita bisa panen dan Alhamdulillah bisa memiliki nilai lebih,” jelasnya.

Baca juga: Jualan Sejak Kuliah, Brand Tas Muslimah Ini Bersaing di Pasar Internasional

Teddy terbilang cukup berhasil sebagai petani pemula. Menurutnya, hal itu bisa didapatkan berkat panduan dan pelajaran yang ia dapatkan dari mentornya.

Teddy berpesan, bagi petani pemula yang ingin bisa sukses sepertinya, dianjurkan untuk belajar secara mendalam terhadap segala jenis usaha yang akan dijalankan. Begitu juga dengan mantan guru ini, ia selalu memiliki prinsip untuk tidak berbangga diri akan pengetahuan yang telah diperoleh.

“Kita tidak boleh menganggap bisa mengerjakan semua hal dengan baik. Tapi kita harus menempatkan diri sebagai murid yang belum bisa apa-apa untuk terus meningkatkan keinginan belajar,” ujarnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)