LANGIT7.ID-Jakarta; Tren penurunan signifikan melanda industri otomotif nasional. Gaikindo terpaksa merevisi target penjualan mobil tahun 2024 dari 1,1 juta unit menjadi 850.000 unit. Data menunjukkan penjualan kendaraan domestik selama Januari hingga November 2024 hanya mencapai 784 ribu unit, turun 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Merespons kondisi ini, pemerintah bergerak cepat dengan menyusun strategi pemulihan melalui stimulus khusus untuk sektor otomotif. Prioritas diberikan pada pengembangan kendaraan ramah lingkungan dengan berbagai skema insentif fiskal yang komprehensif.
"Untuk otomotif ini, selain membantu dari sisi permintaan masyarakat maupun industrinya, kita memberikan insentif di sektor otomotif ini nilainya sebesar Rp 11,4 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (16/12/2024).
Baca juga: Pemerintah Perluas Stimulus Kendaraan Listrik, Target Jadi Hub Produksi ASEANUntuk tahun depan, pemerintah mengalokasikan anggaran pembebasan PPN hingga Rp265,6 triliun, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan lima tahun terakhir.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto merinci skema insentif untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan. Kendaraan listrik berbasis baterai akan mendapat keringanan berupa PPN DTP 10 persen untuk KBLBB CKD, PPnBM DTP 15 persen untuk KBLBB CKD dan SKD, serta pembebasan bea masuk untuk KBLBB CBU. Sementara untuk kendaraan hybrid, pemerintah memberikan insentif PPnBM DTP sebesar 3 persen.
Program ini menjadi bagian dari paket kebijakan yang lebih luas, termasuk stimulus untuk sektor transportasi dan pendidikan. Stimulus ini dirancang untuk memberikan dampak ganda, yakni mendorong pemulihan industri otomotif sekaligus menjaga daya beli masyarakat termasuk pelaku UMKM.
"Tahun depan, kita berharap stimulus ini bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat," ujar Sri Mulyani.
Pemerintah optimis kebijakan ini akan efektif mendukung transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan sambil mempertahankan pertumbuhan sektor otomotif nasional, sekaligus membantu Gaikindo mencapai target penjualan yang telah direvisi.
(lam)