Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Rasulullah SAW Tidak Menyukai Alas Tidur yang Empuk

fajar adhitya Sabtu, 18 September 2021 - 04:02 WIB
Rasulullah SAW Tidak Menyukai Alas Tidur yang Empuk
Kaligrafi nama Rasulullah Muhammad SAW . Rasulullah tidak menyukai tempat tidur yang empuk. Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID - Rasulullah Muhamad SAW, pribadi yang agung, sebaik-baik manusia, kekasih Allah namun memiliki sifat sahaja luar biasa.

Muhammad bin Ali bin Husain mengabarkan, bahwa seseorang bertanya kepada Hafsah binti Umar radhuallahu anha, "Seperti apa tempat tidur Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam di rumahmu,"

Saat Hafsah ditanya soal alas tidur Rasulullah SAW, dia menjawab, “Kain wol kasar yang kami lipat dua. Suatu malam, tebersit di benakku untuk melipatnya menjadi empat. Ternyata paginya beliau bertanya, ‘Apa yang kau jadikan alas tidurku tadi malam?’

Aku menjawab, ‘Itu adalah alas tidurmu, hanya saja tadi malam aku lipat menjadi empat. Aku pikir itu akan lebih nyaman untukmu.

’ Seketika beliau bersabda, ‘Kembalikan lagi ke keadaan semula (dilipat menjadi dua). Ketahuilah, kenyamanannya telah menghambatku (mendirikan) shalat tadi malam.” (HR Tirmidzi).

Alas tidur beliau sangat sederhana. Berdasarkan catatan valid alas tidur Rasulullah SAW terbuat dari kulit yang diisi sabut.

Dalam catatan lain, alas tidur yang sangat sederhana itu membuat haru Sahabat Umar RA. Bahkan, Umar sampai meneteskan air matanya saat melihat bekas tikar di lambung beliau. Lalu dia berkata,

“Engkau adalah Rasulullah. Sedangkan kisra dan kaisar tidur di atas ranjang terbuat dari emas.”

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)