LANGIT7.ID, Jakarta - Dampak pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap berbagai sektor kehidupan, seperti bertambahnya anak yatim dan angka putus sekolah. Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Dewan Masjid Indonesia (DMI) Natsir Zubaidi mendorong pemerintah melalui Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) segera menyusun rencana aksi nasional, terhadap dampak pandemi Covid-19, khususnya anak yatim dan putus sekolah.
"Institusi umat Islam, seperti masjid, pesantren, Baznas, dan Laznas ormas Islam hendaknya tanggap serta siap untuk penanganan anak yatim dan anak putus sekolah karena dampak pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir dua tahun ini," kata Natsir dalam keterangannya kepada
LANGIT7.ID, Senin (20/9/2021).
Baca Juga: Forum Zakat dan Menteri PPPA Salurkan Bantuan Yatim akibat Covid-19Lebih lanjut, dia menilai jumlah anak yatim karena dampak pandemi cukup besar. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan Unicef tahun 2021 menyebutkan ada 22.227 yatim. Sedangkan anak yang putus sekolah berjumlah 938.
"Ini tentu akan terus bertambah. Baik mayoritas karena faktor ekonomi, karena ditinggalkan orang tua atau pemutusan Hubungan kerja (PHK)," tuturnya.
Pendiri Institut Risalah Peradaban (IRP) mengingatkan agar penanganan anak dampak pandemi Covid-19 ini dilaksanakan secara profesional dan komprehensif. Ini dengan melibatkan Instansi terkait dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pembinaan anak yatim dan putus sekolah.
Baca Juga: Sejarah Masjid Nabawi, Dibangun di Tanah Milik Anak Yatim"Kita bersyukur, saat ini Lembaga penyantunan anak cukup banyak, namun diperlukan pelatihan, bimbingan dan pendampingan kepada lembaga tersebut," katanya.
Ia juga bersyukur perhatian berbagai lembaga kemanusiaan terhadap anak yatim dan dhuafa cukup besar. Namun penanganan yang lebih profesional dan komprehensif sangat diperlukan. "Karena, itu merupakan tanggung jawab sosial kita terhadap agama bangsa dan negara agar tidak terjadi loss generation," ujarnya.
Baca Juga:
Niat Awal Bantu Orang Tua, Kini Sukses Punya Bisnis Fesyen Hingga Penjualan ke Luar Negeri
Yatim-Piatu di Jateng Tembus 9.807 Anak, Gus Yasin : Butuh Pertolongan Jangka Panjang(asf)