Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Fisikawan AS Prediksi Kiamat Terjadi 13 November 2026, Bagaimana Menurut Islam?

miftah yusufpati Selasa, 14 Januari 2025 - 04:45 WIB
Fisikawan AS Prediksi Kiamat Terjadi 13 November 2026, Bagaimana Menurut Islam?
Prediksinya, tanggal yang paling mungkin yakni Jumat, 13 November 2026. Foto: Ist
LANGITT.ID--Kiamat sudah di ambang pintu. Fisikawan Universitas Illinois Amerika Serikat, Heinz von Foerster, memprediksi hari akhir itu akan terjadi pada 2026.

Ia menghitung dengan matematika yang rumit apa yang akan terjadi jika spesies manusia menghindari bencana berskala besar, mendirikan masyarakat dunia yang kooperatif, dan mengembangkan metode teknis yang menghasilkan pasokan makanan tak terbatas. Menurutnya, puncak kiamat akan datang pada tanggal yang dapat dihitung.

"Untuk alasan yang jelas akan disebut 'kiamat,' karena pada tanggal itulah N (jumlah 'elemen,' atau orang) menjadi tak terbatas, dan populasi yang cerdas memusnahkan dirinya sendiri," ujar Foerster.

Persamaannya mengatakan kiamat akan datang dengan sangat cepat. Prediksinya, tanggal yang paling mungkin yakni Jumat, 13 November 2026.

Foerster menggunakan persamaan untuk mengilustrasikan perhatian bahwa populasi apa pun yang bertambah dengan kecepatan yang semakin cepat sedang menuju masalah besar. Bahkan teknologi pangan terbaik, katanya, tidak dapat melaju cepat di depan kurva yang semakin curam.

Baca juga: Benarkan Menjelang Kiamat Seluruh Ahli Kitab Beriman Kepada Nabi Isa?

Ia percaya tidak perlu menunggu hingga mekanisme eksternal memengaruhi aktivitas manusia. Ia menyoroti lingkungan manusia semakin tidak dipengaruhi oleh 'kekuatan alam' dan semakin dipengaruhi oleh kekuatan sosial yang ditentukan manusia.

Kiamat di Hari Jumat

Lalu, kapan kiamat akan terjadi menurut Islam? Waktu persis terjadinya hari kiamat hanya Allah SWT yang tahu. Meski demikian, Rasulullah SAW dalam sebuah hadis mengabarkan salah satu tanda kedatangannya yang akan terjadi pada hari Jumat. Ini mirip dengan prediksi Heinz von Foerster.

Merujuk buku Kiamat oleh Mahir Ahmad As-Shufiy, mengutip sebuah hadis sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Hari terbaik adalah hari Jumat karena pada hari tersebut Adam diciptakan, dimasukkan dan dikeluarkan dari surga, dan kiamat hanya terjadi pada hari Jumat." (HR Muslim)

Dalam riwayat lainnya, dari Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda, "Hari yang paling utama adalah hari Jumat. Pada hari tersebut Adam diciptakan, dicabut nyawanya, ditiup sangkakala, dan terjadi kiamat. Maka, banyaklah bersholawat kepadaku karena sholawat kalian disampaikan kepadaku." (HR Abu Dawud, an-Nasa'i, & Ibnu Majah)

Baca juga: Dajjal yang Ditunggu Yahudi Akan Dibunuh Nabi Isa Menjelang Kiamat

Menjadi Rahasia Allah

Allah sengaja merahasiakan waktu terjadinya hari kiamat agar dengan demikian manusia selalu berhati-hati dan waspada serta siap untuk menghadapinya. Hal ini dijelaskan dalam surah Thaha ayat 15 yang berbunyi,

اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى

Artinya: Sesungguhnya hari kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.

Meski tidak diketahui waktunya, tidak menutup kemungkinan bahwa kiamat bisa saja telah semakin dekat, seperti yang diterangkan dalam surah Al Ahzab ayat 63 yang berbunyi,

يَسْـَٔلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا

Artinya: Orang-orang bertanya kepadamu (Nabi Muhammad SAW) tentang hari kiamat. Katakanlah bahwa pengetahuan tentang hal itu hanya ada di sisi Allah." Tahukah engkau, boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat.

Selain itu, alasan mengapa waktu pasti kiamat dirahasiakan oleh Allah Ta'ala karena kiamat merupakan perkara gaib. Agar kiamat masih tetap menjadi perkara yang gaib maka Allah merahasiakan waktu pasti terjadinya kiamat.

Seandainya waktu pasti kiamat itu diberitahu kepada makhluk, maka perkara tersebut tidaklah menjadi perkara yang gaib. Padahal ciri dari orang beriman yang membedakannya dengan orang kafir adalah beriman pada yang gaib.

Baca juga: Nabi Isa Memberi Gambaran Tentang Ya'juj dan Ma'juj Jelang Hari Kiamat

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 3 berbunyi:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُـقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَ مِمَّا رَزَقْنٰھُمْ يُنْفِقُوْنَ

Artinya: “(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka”.

Selanjutnya, alasan Allah merahasiakan waktu pasti kiamat adalah agar manusia tidak mengulur-ngulur waktu untuk beriman dan beramal saleh. Sebab jika manusia telah diberitahu kapan waktu kiamat terjadi, maka akan terjadi penundaan terhadap amal saleh dan akan terus bersantai dalam hidup jika ia tahu bahwa kiamat masih 100 tahun lagi datangnya.

Kemudian jika seseorang mengetahui bahwa kiamat akan terjadi pekan depan, maka ia akan bertobat dan beribadah lebih cepat karena ia tahu hidupnya akan berakhir singkat.

Baca juga: Misteri Hari Kiamat, Peristiwa Besar Rahasia Allah SWT

Dari kecenderungan kedua sikap manusia inilah maka Allah SWT merahasiakan waktu pasti terjadinya kiamat dari setiap makhluk. Karena tidak ada satu pun yang mengetahui kapan kiamat itu akan terjadi, maka disarankan agar setiap umat Islam mampu mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Bukan justru menyibukkan diri untuk memprediksi kehadiran kiamat. Terbukti, beberapa fenomena orang-orang yang memprediksi kiamat yang pernah ada semuanya hanyalah isapan jempol semata.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)