LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam ekonomi dan keuangan syariah di tanah air,
spiritual benefit menjadi salah satu poin penting dalam pengembangannya. Sertifikasi terhadap produk memiliki makna intuisi yang dalam bagi sebuah produk halal untuk bisa diterima di masyarakat.
Hal itulah yang menjadikan CEO PT Satu Nusa Biru (Snap Clean), Teddy Dwi Antoro Yudho memanfaatkan peluang dari produk halal yang sedang berkembang belakangan ini. Selain itu, karena pemahaman masyarakat Indonesia terhadap agama semakin lama semakin dalam, menghadirkan peluang yang menjanjikan bagi dunia usaha.
Snap Clean adalah
brand atau produsen yang memproduksi cairan pembersih dengan membagi jenis produk sesuai dengan segmen kebutuhan konsumen, seperti
Home Care, Industrial, dan Penatu. Produknya pun biasa dikemas dengan ukuran mulai dari 4-28 liter, sehingga memudahkan konsumen untuk membeli sesuai dengan kebutuhan mereka.
Baca juga: Muhammadiyah Sentil Pengusaha yang Jadikan Label Halal cuma GimikDalam perkembangannya, Teddy, mencoba memecahkan permasalahan yang ada, terutama dalam hal produk halal yang terkesan ekslusif atau pun mahal. Untuk itu, Teddy berupaya memberikan terobosan dengan menghadirkan produk yang mudah dijangkau dan murah, serta membawa kemasalahatan untuk orang banyak melalui produk
Snap Clean-nya.
Menurutnya, konsep syariah saat ini sudah lebih bisa diterima oleh masyarakat luas. Hal itu terbukti dengan produk halal yang tidak hanya digunakan oleh kalangan muslim, tapi juga non muslim.
“Memang kita diawal berupaya memualainya dari lapisan masyarakat yang paling bawah, tujuannya adalah memberikan edukasi kepada mereka terhadap produk halal. Sehingga produk halal bisa dipahami dan dikenali oleh masyarakat luas,” katanya secara virtual di Webinar Langit7.id: Potensi Besar Konsumen Muslim yang Belum Digarap Maksimal, Rabu (22/9).
Setelah memulai dari lapisan masyarakat bawah, pihaknya juga menyambut kaum masyarakat menengah yang sudah memahami tentang platform digital. Selain itu, ia juga berupaya menjaga harga produk halal bersaing secara fair dibandingkan produk lainnya.
Hal itu dilakukan Teddy untuk menciptakan persaingan yang sehat terhadap produk halal. Sehingga tidak ada yang namanya saling menjatuhkan dalam pemasaran produk halal.
“Itu kita jaga betul yang akhirnya pada saat ini, kaum elite pun turut menjadi pelanggan kami. Karena konsep dan garansi yang kami berikan membuat mereka semakin percaya kepada kami,” katanya.
Baca juga: Pasar Muslim Berkembang Pesat di Indonesia, Ini Pemicunya Menurut YuswohadyMenurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini justru berasal dari lembaga besar. Ia berharap dengan adanya sosialisasi yang lebih luas melalui media, pihaknya bisa membuka peluang kemitraan yang lebih luas.
“Poin terpenting di pandemi seperti ini, kami selaku produsen berupaya untuk terus membantu masyarakat memenuhi segala kebutuhan mereka. Tentunya dengan harga produk yang terjangkau di pasaran, karena pada pandemi ini perekonomian masyarakat juga turut berimbas,” katanya.
(zul)