Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home sosok muslim detail berita

Keith Ellison: Muslim Pertama di Kongres AS, Lewat Politik Lawan Islamofobia

mahmuda attar hussein Kamis, 23 September 2021 - 09:03 WIB
Keith Ellison: Muslim Pertama di Kongres AS, Lewat Politik Lawan Islamofobia
Anggota Kongres Amerika Serikat Keith Ellison (foto: keithellison.org)
LANGIT7.ID - Keith Maurice Ellison menjadi muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres Amerika Serikat. Pria kelahiran Michigan, 4 Agustus 1963 ini terpilih setelah memenangi sidang Kongres Minnesota ke-5 pada 2006 silam.

Selain itu, Ellison yang juga sebagai pengacara ini, turut aktif dalam tim advokat nasional bagi muslim di AS. Ellison menyebut bahwa dalam Kongres itu tugasnya adalah sebagai perwakilan dari masyarakat yang beragam, bukan hanya untuk urusan beragama.

Dilansir Los Angeles Time, ia mengaku peristiwa 9/11 (11 September) cukup menjadi perhatiannya. Pasalnya, Islam sebagai minoritas di negara adidaya itu kerap kali dituduh sebagai penyebab terjadinya tragedi tersebut.

Baca Juga: 20 Tahun Pasca 9/11, Populasi Muslim dan Masjid di Amerika Berkembang Pesat

“Serangan itu justru memicu munculnya Islamofobia, yang mempengaruhi urusan politik dan penegakan hukum di negara ini (AS) hingga hari ini,” katanya.

Ellison menyebutkan, persoalan 911 tidak begitu berpengaruh bagi karir politiknya. Sebab, sebagai Afro-Amerika pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres AS, ia menyebutkan dirinya cukup sulit diidentifikasi sebagai muslim dilihat dari gayanya berpenampilan.

Setelah terpilih menjadi anggota Kongres AS pada 2006, ia disebut-sebut sebagai peredam polemik yang terjadi di AS akibat adanya Islamofobia. Walaupun demikian, tidak sedikit pula yang menyerangnya secara politik dengan mengaitkan Islam terhadap aksi serangan terorisme 9/11.

“Lawan saya dari (partai) Republik mencoba menjadikan agama saya sebagai masalah,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam hal itu, kalangan anti-Islam yang ada di AS selalu mengaitkan Islam dengan berbagai kontroversi terorisme yang ada. Hal itu diyakininya berasal dari adanya kelompok supremasi kulit putih yang mempengaruhi penegakkan hukum yang adil dengan dalih melawan terorisme.

Baca Juga: Zaid Shakir Salim, Mualaf Mantan Tentara jadi Pendakwah Berpengaruh di Barat

Untuk itu, ia berupaya mendorong kembali kekuatan Islam di AS, bahkan setelah berbagai tuduhan ditujukan kepada ummat muslim di sana. Selain itu, ia juga menyebutkan, komunitas Islam menjadi sorotan dalam keterlibatan politiknya pasca kejadian 9/11.

“Banyak muslim yang jadi ketakutan untuk datang ke masjid, dan tidak mau terlibat dalam hal apapun. Tapi sekarang, ada kehadiran politik muslim di Amerika, ada basis donor muslim, dan basis pemilih muslim. Ada banyak tempat di Amerika yang bisa dimanfaatkan melalui pemilihan suara dengan harapan mengurangi risiko dan tuduhan yang ada,” imbuhnya.

Perjalanan Hidup Ellison

Pria yang berasal dari keluarga Katolik ini memutuskan untuk menjadi mualaf saat melanjutkan pendidikannya di Wayne State University dan lulus pada 1987. Islam menjadi pilihannya untuk menempuh perjalanan spiritualitas baru.

Nama dan karirnya dimulai sejak ia lulus dan mendapatkan gelar doktornya dalam bidang hukum pada 1990. Usai mendapatkan gelar doktornya, Ellison bekerja di perusahaan Lindquits & Vennum sebagai spesialis litigator bagi hak warga negara, ketenagakerjaan, dan perlindungan hukum.

Pekerjaan itu dilakoninya selama kurang lebih tiga tahun. Di mana ia selanjutnya menjabat sebagai direktur eksekutif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kemanusiaan setempat dan berupaya memberikan perlindungan hukum bagi orang miskin.

Selanjutnya, pada 2002 lalu, karir politiknya mulai mencuat ke permukaan dengan terpilihnya dia menjadi anggota DPR Minnesota. Hal itu merupakan capaian yang cukup cemerlang bagi karir politiknya, apalagi partainya, Demokrat, merupakan minoritas di wilayahnya.

Sejak saat itu, Bapak empat anak ini kembali terpilih dalam pemilihan di wilayah Minnesota pada 2004 dengan mendapatkan 84 persen perolehan suara. Kemenangan itu membuatnya menjalani posisi sebagai anggota Kongres AS dalam masa jabatan 1 Juli 2005 – 1 Februari 2007.

Setelah menang dalam pemilihan Kongres, ia mengambil sumpah jabatannya di atas Al-Qur’an. Termasuk ketika pemilihan kembali diselenggarakan pada November 2006 silam, ia juga kembali memenangkan perolehan suara menyaingi Alan Fine dari Partai Republik dan pesaing lainnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)