LANGIT7.ID-Jakarta; Selalu memikirkan apakah ada ruang kosong untuk memakan makanan penutup yang manis ketika kenyang merupakan sebuah fenomena yang disebut perut kembung dan berkaitan dengan otak.
Dikutip dari Medical Daily, dalam sebuah penelitian baru-baru ini, para peneliti menyelidiki fenomena tersebut pada tikus dan menemukan bahwa mereka makan gula bahkan saat mereka sudah kenyang.
Saat menganalisis otak, mereka menemukan bahwa sekelompok sel saraf yang disebut neuron POMC memicu keinginan untuk makan gula.
Saat tikus makan gula, neuron ini melepaskan ß-endorfin, zat adiktif alami yang membuat mereka merasa puas dan menyebabkan mereka makan lebih banyak, bahkan saat mereka sudah kenyang.
Efek ini khusus untuk gula, bukan makanan lain. Saat para peneliti memblokir jalur ini, tikus berhenti makan gula tambahan, tetapi hanya saat mereka sudah kenyang. Penghambatan ß-endorfin tidak mempengaruhi tikus yang lapar.
Para peneliti juga menemukan bahwa aktivasi endorfin dimulai bahkan sebelum tikus mulai mengonsumsi gula, segera setelah mereka merasakannya. Menariknya, zat opiat juga dilepaskan di otak tikus yang belum pernah mengonsumsi gula sebelumnya.
"Begitu larutan gula pertama masuk ke mulut tikus, ß-endorfin dilepaskan di "daerah perut pencuci mulut", yang selanjutnya diperkuat oleh konsumsi gula tambahan," ujar para peneliti.
Ketika uji coba serupa dilakukan pada manusia, para peneliti menggunakan pemindaian otak pada relawan setelah mereka menerima larutan gula melalui tabung. Mereka menemukan bahwa daerah otak yang sama merespons gula pada manusia di mana terdapat banyak reseptor opiat yang dekat dengan neuron rasa kenyang.
Para peneliti berharap temuan mereka dapat bermanfaat untuk mengobati obesitas.(*)
(lam)