Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Pertengkaran Sengit Trump-Zelenskyy di Ruang Oval: Gencatan Senjata Menuai Konflik

tim langit 7 Sabtu, 01 Maret 2025 - 14:44 WIB
Pertengkaran Sengit Trump-Zelenskyy di Ruang Oval: Gencatan Senjata Menuai Konflik
LANGIT7.ID-Jakarta; Pertemuan yang seharusnya menjadi kesempatan diplomasi berubah menjadi pertengkaran terbuka antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, Jumat (28/2/2025). Konfrontasi sengit terjadi ketika Trump menekan Zelenskyy untuk segera melakukan gencatan senjata dengan Rusia, sementara pemimpin Ukraina bersikeras bahwa negaranya membutuhkan jaminan keamanan sebelum menyetujui perdamaian. Situasi memanas saat Trump secara langsung menuding Zelenskyy tidak benar-benar menginginkan perdamaian, tuduhan yang memicu ketegangan tinggi selama pertemuan.

Suasana semakin tidak mengenakkan ketika Wakil Presiden AS JD Vance ikut campur dengan menuduh Zelenskyy tidak bersyukur atas bantuan militer dan finansial yang telah diberikan AS selama ini. Konfrontasi verbal yang terjadi di Ruang Oval tersebut mencerminkan pergeseran drastis dalam kebijakan AS terhadap Ukraina sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden, dengan pendekatan yang lebih menekan Kyiv untuk mengakhiri konflik melalui kompromi.

Akibat pertengkaran hebat tersebut, agenda utama pertemuan yaitu penandatanganan perjanjian mineral tanah jarang antara AS dan Ukraina terpaksa dibatalkan. Zelenskyy dilaporkan mengungkapkan keberatannya terhadap tuntutan AS yang ingin mendapatkan keuntungan besar dari sumber daya mineral Ukraina sebagai kompensasi atas bantuan militer yang telah diberikan—sebuah tuntutan yang dianggap tidak adil oleh pihak Ukraina di tengah perjuangan mereka menghadapi invasi Rusia.

Perbedaan fundamental terlihat jelas dalam pendekatan kedua pemimpin terhadap konflik Ukraina-Rusia. Trump, yang sejak awal kampanyenya menjanjikan untuk mengakhiri perang dengan cepat, mendesak Zelenskyy untuk menerima perdamaian tanpa syarat yang memadai. Sebaliknya, Zelenskyy tetap pada posisinya bahwa Ukraina membutuhkan jaminan keamanan konkret sebelum menyetujui gencatan senjata dengan agresor yang telah menginvasi wilayahnya selama tiga tahun terakhir.

Ketegangan di Gedung Putih ini terjadi dalam konteks perubahan kebijakan AS yang lebih luas terhadap konflik Ukraina. Sejak Trump menjabat, AS secara mengejutkan tidak mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina—sebuah keputusan yang belum pernah terjadi sejak awal perang. Trump justru mengusulkan resolusi alternatif yang tidak menyebut Rusia sebagai agresor, menandakan pergeseran signifikan dalam posisi Washington.

Pertengkaran Trump-Zelenskyy juga merefleksikan perbedaan mendasar dalam visi keamanan kedua negara. Trump menekan Zelenskyy untuk menerima perdamaian dengan Rusia tanpa menawarkan jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina, pendekatan yang sangat berbeda dari dukungan penuh yang diberikan pemerintahan AS sebelumnya. Hal ini membuat Ukraina semakin khawatir akan kehilangan dukungan dari sekutu utamanya yang selama ini menjadi penyedia utama bantuan militer dan finansial.

Sementara itu, Rusia tampak memanfaatkan situasi ini dengan baik. Kremlin menyambut hangat kebijakan Trump yang cenderung lebih lunak terhadap Moskwa, melihatnya sebagai peluang untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan Rusia. Putin bahkan menunjukkan kesediaan untuk berdialog dengan Trump, yang dianggap lebih terbuka terhadap kompromi dibandingkan pemerintahan AS sebelumnya. Langkah Rusia semakin strategis dengan menawarkan pasokan mineral tanah jarang kepada AS sebagai alternatif jika kesepakatan dengan Ukraina gagal.

Berbeda dengan pendekatan AS, para pemimpin Eropa justru menunjukkan solidaritas kuat terhadap Ukraina setelah pertemuan yang berakhir buruk tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, serta pemimpin negara-negara Eropa lainnya secara terbuka menegaskan dukungan mereka kepada Zelenskyy, bahkan mempertimbangkan peningkatan bantuan militer langsung tanpa bergantung pada AS. Mereka tetap pada pendirian bahwa Rusia adalah agresor dan Ukraina adalah korban—sebuah posisi yang kini tampak berbeda dengan kebijakan Washington.

Pertengkaran Trump-Zelenskyy di Ruang Oval telah membawa konflik Ukraina ke persimpangan kritis. Zelenskyy kini menghadapi dilema besar: menerima tekanan dari Trump untuk segera mengakhiri perang tanpa jaminan keamanan yang memadai, atau terus berjuang mempertahankan integritas wilayah Ukraina dengan mengandalkan dukungan Eropa yang mungkin lebih terbatas. Masa depan Ukraina kini bergantung pada bagaimana Zelenskyy menavigasi tekanan diplomatik yang semakin kompleks ini, sementara Trump tampaknya lebih memprioritaskan penyelesaian cepat daripada solusi yang adil dan berkelanjutan.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)