Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Kisah Sufi: Tiga Nasihat Berharga dari Seekor Burung

miftah yusufpati Sabtu, 08 Maret 2025 - 03:00 WIB
Kisah Sufi: Tiga Nasihat Berharga dari Seekor Burung
Di samping digunakan sehari-hari di kalangan Sufi, kisah ini terdapat dalam karya klasik Rumi, Mathnawi. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Kisah berikut ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Suatu ketika ada seseorang menangkap seekor burung. Burung itu berkata kepadanya, "Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan. Lepaskan saja aku, dan kau akan kuberi tiga nasihat berharga."

Burung itu berjanji akan memberikan nasihat pertama ketika masih berada dalam genggaman orang itu, nasihat kedua akan diberikannya ketika ia sudah berada di dahan pohon, dan nasihat ketiga kalau ia sudah mencapai puncak bukit.

Orang itu setuju, dan meminta nasihat pertama.

Kata burung itu: "Andai kau kehilangan sesuatu, sekalipun kau menghargainya seperti hidupmu sendiri, janganlah menyesalinya."

Orang itu pun membebaskannya, dan burung itu segera hinggap ke dahan.

Disampaikannya nasihat kedua: "Jangan pernah percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal, apabila tak ada bukti."

Baca juga: Kisah Sufi Suhrawardi: Burung dan Telur

Kemudian, burung itu pun terbang ke puncak bukit. Dari sana ia berseru: "Wahai manusia malang! Dalam tubuhku terdapat dua permata besar, dan kau akan memilikinya, kalau saja tadi kau membunuhku!"

Orang itu sangat kecewa memikirkan kehilangan mendapatkan permata dari burung itu, namun katanya, "Setidaknya, sekarang katakan nasihat ketiga itu!"

Jawab burung itu, "Alangkah tololnya kau, meminta lagi nasihat sedangkan kau belum merenungkan yang dua tadi! Sudah kukatakan padamu agar jangan menyesal kalau kehilangan, dan jangan percaya pada sesuatu yang bertentangan dengan akal. Kini, kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada sesuatu yang konyol dan bersedih hati karena kehilangan! Aku tak cukup besar untuk menyimpan dua permata besar."

"Kau tolol. Oleh karena itu, kau harus tetap berada dalam keterbatasan yang ditentukan bagi manusia."

---

Dalam lingkungan darwis, kisah ini dianggap sangat penting untuk 'membuat peka' pikiran murid, menyiapkannya menghadapi pengalaman yang tak bisa diraih dengan cara-cara biasa.

Baca juga: Kisah Sufi Abdul-Hamid Khan: Berharga dan Tak Berharga

Di samping digunakan sehari-hari di kalangan Sufi, kisah ini terdapat dalam karya klasik Rumi, Mathnawi. Kisah ini ditampilkan juga dalam Divine Book (Kitab Ilahi) karya Attar, salah seorang guru Rumi. Kedua Sufi itu hidup pada abad ketiga belas.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)