LANGIT7.ID-, Jakarta - - Memilih program studi atau prodi saat mendaftar
Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK)-
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati. Harus berdasarkan minat, dan pertimbangkan matang lainnya supaya di kemudian hari tidak ada penyesalan.
Sebab ketika peserta sudah memilih prodi dan sudah finalisasi, maka tidak ada cara lain untuk mengubah pilihan tersebut.
Seperti diungkapkan oleh Koordinator Call Center, Helpdesk, dan Frontdesk SNPMB Badrus Zaman. Ia mendapat pertanyaan dari peserta yang menanyakan mengenai kemungkinan mengubah prodi yang sudah dipilih.
"Jadi pernah ada pertanyaan, 'Saya sudah dapat kartu (ujian), kemudian saya berubah pikiran mengubah prodi'. Ini sesuai syarat dan aturan, apapun itu kalau sudah pilih dan sudah bayar, tidak dapat diubah pilihan prodi-nya," tegas Badrus.
Menurutnya, selama proses pendaftaran peserta telah melalui berbagai tahapan, dimana tiap tahapan selalu ada konfirmasi.
Terkait pilihan prodi, sebelumnya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah memberi masukan. Disampaikan melalui laman resminya bahwa memilih jurusan atau prodi itu bukan cuma soal tren dan ikut-ikutan teman, tapi juga tentang masa depan. Jadi untuk calon peserta SNBT 2025, sebaiknya harus teliti memilih prodi yang akan ditempuh.
Tips memilih jurusan di SNBT 2025:1. Kenali minat dan bakat.
Pilihlah jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuanmu, agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mencapai potensi tertentu.
2. Lakukan riset terkait jurusan dan daya tampungnya.
Cari tahu kurikulum, mata kuliah, dan peluang kerja dari jurusan yang diminati. Perhatikan juga tingkat persaingan masuknya.
3. Jangan ikut-ikutan teman.
Pilih jurusan adalah keputusan pribadi. Jangan biarkan tekanan teman atau lingkungan mempengaruhi pilihanmu.
4. Memperhatikan biaya kuliah.
Pertimbangkan kemampuan finansial keluarga. Cari tahu tentang UKT, biaya hidup, dan juga peluang beasiswa.
Baca juga: Tips Jitu Memilih Prodi di SNBT 2025 dari Kemendiktisaintek(lsi)