Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 08 Juni 2026
home masjid detail berita

Kisah Sufi: Sang Raja dan Anak Miskin

miftah yusufpati Rabu, 09 April 2025 - 05:47 WIB
Kisah Sufi: Sang Raja dan Anak Miskin
Capaian hal-hal baik tidak selalu kiasan atau mesti harafiah. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Seseorang tidak akan bisa melewati jalan dalam perjalanan batinnya sendirian. Saudara tidak dapat melewatinya sendirian, sebab harus ada seorang penuntun. Yang kita sebut raja adalah penuntun, dan anak miskin itu Si Pencari.

Dikisahkan bahwa Raja Mahmud dan tentaranya terpisah. Ketika sedang bersicepat mengendarai kudanya, dilihatnya seorang anak kecil berada di tepi sungai. Anak itu telah menebarkan jalanya ke sungai, dan wajahnya sangat muram.

"Anakku," kata Sang Raja, "Kenapa kau sedih? Aku tak pernah melihat orang semuram dirimu."

Anak lelaki itu menjawab, "Baginda, hamba salah seorang dari tujuh bersaudara yang tak punya ayah lagi. Kami bersama ibu kami dalam kemiskinan dan tanpa bantuan siapa pun. Hamba datang kemari setiap hari dan menebarkan jala untuk menangkap ikan agar malamnya hamba bisa makan. Kalau hamba gagal menangkap seekor ikan pun pada siang hari, kami tak punya apa-apa untuk di makan pada malam hari.

Baca juga: Kisah Sufi: Kebijaksanaan yang Diperjualbelikan

"Anakku," kata Sang Raja, "bolehkah aku membantumu?'Anak itu setuju, dan Raja Mahmud pun melemparkan jala yang, karena sentuhan keagungannya, menghasilkan seratus ikan.

---

Mereka yang belum luas pengetahuannya sering beranggapan bahwa sistem metafisika menolak nilai benda 'duniawi' atau, sebaliknya, menjanjikan keuntungan kebendaan yang melimpah.

Tetapi dalam Sufisme, capaian 'hal-hal baik' tidak selalu kiasan atau mesti harafiah. Kisah perumpamaan yang berasal dari Faridudin Attar ini, dan dicantumkannya dalam Parliament of Birds (Musyawarah Burung), dipergunakan baik dalam pemahaman harafiah maupun simbolik.

Menurut para darwis, seseorang bisa memperoleh keuntungan kebendaan lewat Jalan Sufi apabila hal itu demi manfaat Jalan dan dirinya sendiri. Demikian pula, ia akan memperoleh karunia rohani sesuai dengan kemampuannya mempergunakannya dengan cara yang benar.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 08 Juni 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)