Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 24 April 2026
home masjid detail berita

Kisah Sufi Imam Al-Ghazali: Orang yang Mencapai

miftah yusufpati Jum'at, 11 April 2025 - 04:00 WIB
Kisah Sufi Imam Al-Ghazali: Orang yang Mencapai
Hanya orang-orang tertentu yang bisa mengambil manfaat dari pengerjaan sungguh-sungguh pada soal untung atau rugi. Ilustrasi AI
LANGIT7.ID- Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Imam Al-Ghazali menceritakan suatu kisah dari kehidupan Isa bin Maryam. Pada suatu hari, Isa melihat beberapa orang duduk murung di sebuah tembok, di pinggir jalan.

Ia bertanya, "Apa gerangan kesusahanmu?"

Jawab mereka, "Kami menjadi begini karena ketakutan kami terhadap neraka."

Isa pun meneruskan perjalanannya, dan menyaksikan sejumlah orang berkelompok berduka dalam berbagai sikap di pinggir jalan. Katanya, "Apa gerangan kepedihanmu?" Mereka menjawab, "Hasrat akan surga telah membuat kami semua begini."

Ia pun melanjutkan perjalanannya, sampai ia bertemu kelompok orang yang ketiga. Orang-orang itu tampaknya telah sangat menderita, tetapi wajah mereka bersinar bahagia.

Isa bertanya, "Apa gerangan yang membuat kalian begitu?"

Baca juga: Kisah Sufi Syaikh Abdul Qadir: Tiga Guru dan Penunggang Bagal

Mereka menjawab, "Semangat Kebenaran. Kami telah melihat Kenyataan, dan hal itu telah membuat kami melupakan tujuan-tujuan lain yang sepele."

Isa berkata, "Inilah orang-orang yang mencapai. Pada Hari Perhitungan nanti, merekalah yang akan berada dalam Kehadiran Tuhan."

---

Mereka yang percaya bahwa kemajuan spiritual semata-mata tergantung pada penguasaan hal-hal pahala dan siksa, sering kali dikejutkan oleh kisah Sufi tentang Yesus ini.

Para Sufi mengatakan bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa mengambil manfaat dari pengerjaan sungguh-sungguh pada soal untung atau rugi; dan bahwa hal ini, tetap saja, hanya merupakan sebagian saja dari pengalaman setiap orang. Mereka yang telah mempelajari berbagai metode dan akibat pengondisian dan indoktrinasi mungkin merasa cenderung sepakat dengan pendapat tersebut.

Baca juga: Kisah Sufi: Sang Raja dan Anak Miskin

Kaum agamawan formal, tentu saja, dalam berbagai keyakinannya tidak mengakui bahwa alternatif sederhana atas baik-buruk, ketegangan-pengendoran, pahala-siksa hanyalah bagian dari suatu sistem kesadaran diri yang lebih besar.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 24 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)