Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 24 April 2026
home masjid detail berita

Kisah Sufi Syaikh Abdul Qadir: Tiga Guru dan Penunggang Bagal

miftah yusufpati Kamis, 10 April 2025 - 04:30 WIB
Kisah Sufi Syaikh Abdul Qadir: Tiga Guru dan Penunggang Bagal
Demikianlah perbedaan antara Para Sufi Tersembunyi dan yang seolah-olah saja Sufi. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Demikian mashyurnya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani sehingga para mistikus berbagai aliran kepercayaan pun berbondong-bondong menyesaki aula pertemuannya, dan adat kepantasan serta cara-cara tradisional secara umum berlaku.

Orang-orang saleh itu mengatur diri berdasarkan kedudukan, usia, dan reputasi guru masing-masing; juga menurut kedudukan mereka sendiri dalam masyarakat.

Mereka pun bersaing satu sama lain untuk mendapat perhatian Sultan Para Guru, Abdul Qadir. Pengetahuan dan kelakuan Sang Sultan tanpa cela, dan tak ada orang yang kemampuannya rendah atau latihannya kurang, yang hadir dalam pertemuan-pertemuan di istananya.

Akan tetapi, pada suatu hari, tiga orang syaikh dari Khorasan, Irak, dan Mesir, datang ke Dargah, dipandu oleh tiga penunggang bagal yang buta huruf.

Perjalanan mereka dari Makkah, di mana mereka menunaikan ibadah haji, telah terganggu oleh perilaku para penunggang bagal yang tak senonoh dan kurang serius itu.

Baca juga: Kisah Sufi: Sang Raja dan Anak Miskin

Ketika menyaksikan pertemuan Sang Syaikh tersebut, mereka gembira sebab berpikir bisa terbebas dari teman-teman seperjalanannya itu, sekaligus memuaskan keinginan untuk sekilas melihat Sang Syeh Agung.

Tidak seperti biasanya, Sang Syaikh pun datang menemui mereka. Tak ada gelagat bahwa Sultan dan para penunggang bagal bersua. Tetapi kemudian, pada malam itu, ketika sedang berjalan pulang ke tempat tinggal mereka, ketiga syaikh itu tak diduga kebetulan mendengar Sang Sultan mengucapkan selamat malam kepada ketiga penunggang tersebut.

Tatkala mereka dengan khidmat meninggalkan kamar sultan, Sang Sultan pun mencium tangan mereka. Hal itu membuat ketiganya terheran-heran, dan menyadari bahwa ketiga penunggang bagal itulah, dan bukan mereka, yang merupakan Syaikh Tersembunyi Para Darwis.

Mereka pun mengikuti Para Penunggang, dan mencoba memulai percakapan. Namun, pemimpin penunggang itu hanya berkata, "Kembali saja pada sembahyang dan komat-kamit kalian, Para Syaikh, pada Kesufian dan pencarian kebenaran, yang telah mengusik kami sepanjang tiga puluh enam hari perjalanan. Kami cuma penunggang bagal dan tak ingin lebih dari itu."

===

Demikianlah perbedaan antara Para Sufi Tersembunyi dan yang seolah-olah saja Sufi.

Ensiklopedia Yahudi (Jewish Encyclopedia) dan para ahli tentang mistisisme Hasidic, seperti Martin Buber, telah mengemukakan adanya persamaan di antara sekolah tersebut dan Para Sufi Spanyol, sejauh menyangkut urutan dan kemiripan ajaran.

Baca juga: Kisah Sufi: Kebijaksanaan yang Diperjualbelikan

Kisah ini, yang berasal dari Sufi Abdul Qadir Al Jilani (1077-1166), juga dianggap terilhami dari kehidupan Hasid Rabbi Elimelech (yang meninggal pada tahun 1809).

Abdul Qadir, yang dikenal sebagai 'Raja', sama seperti juga Elimelech, merupakan pendiri Tarekat Darwis Qadiri.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 24 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)