Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Kisah Sufi Shaikh-Pir Shattari: Toko Lampu

miftah yusufpati Selasa, 22 April 2025 - 17:31 WIB
Kisah Sufi Shaikh-Pir Shattari: Toko Lampu
Shaikh-Pir Shattari, pengarang kisah ini, wafat di India tahun 1632. Makamnya di Meerut. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Pada suatu malam yang gelap, dua orang bertemu di sebuah jalan yang sunyi.

"Saya sedang mencari sebuah toko di dekat sini, namanya Toko Lampu," kata orang pertama. "Saya kebetulan tinggal dekat sini, dan bisa membawa Saudara ke sana," kata yang kedua.

"Saya harus bisa menemukannya sendiri. Saya sudah diberi petunjuknya, dan saya pun sudah mencatatnya," sahut yang pertama.

"Lalu, kenapa Saudara mengatakan itu kepada saya?"

"Basa-basi saja."

"Jadi, Saudara ingin ditemani, bukan ditunjukkan arah?'

"Ya, begitulah."

"Tetapi, akan lebih mudah bagi Saudara apabila diberi petunjuk oleh penduduk di sini, sudah sejauh ini, terutama karena mulai dari sini jalannya sulit."

"Saya percaya pada apa yang sudah dikatakan kepada saya, yang telah membawaku sejauh ini. Saya tidak yakin bisa mempercayai sesuatu atau seseorang yang lain lagi."

Baca juga: Kisah Sufi: Cara Mendapat Pengetahuan

"Jadi, meskipun Saudara telah mempercayai pemberi petunjuk yang pertama, Saudara tidak diajari cara mengenali orang yang bisa Saudara percayai?"

"Begitulah."

"Apakah Saudara punya tujuan lain!"

"Tidak, hanya menemukan Toko Lampu itu."

"Boleh saya tahu kenapa Saudara mencari sebuah toko lampu?"

"Sebab saya telah diberitahu oleh para ahli bahwa di tempat itu mereka menjual alat-alat tertentu yang memungkinkan orang bisa membaca dalam gelap."

"Saudara benar, tetapi ada syaratnya, dan juga sedikit keterangan. Saya ragu apakah Saudara telah diberitahu tentang hal itu."

"Apa itu?"

"Syarat untuk bisa membaca dengan lampu adalah bahwa Saudara sudah bisa membaca."

"Saudara tidak bisa membuktikannya!"

"Tentu tidak pada malam gelap seperti ini."

"Oh ya, apa itu 'sedikit keterangan'?"

Baca juga: Kisah Sufi: Orang yang Hanya Melihat Hal yang Kelihatan

"Sedikit keterangan itu adalah bahwa Toko Lampu itu masih berada di sana, tetapi lampu-lampunya sudah dipindah ke tempat lain."

"Saya tidak tahu apa 'Lampu' itu sebenarnya; yang jelas, tampaknya Toko Lampu adalah tempat menyimpan alat tersebut. Itu sebabnya ia disebut Toko Lampu."

"Tetapi, 'Toko Lampu' bisa memiliki dua arti yang berbeda, yang bertentangan. Yang pertama, 'Tempat di mana lampu-lampu bisa diperoleh,' dan yang kedua, 'Tempat di mana pernah lampu-lampu bisa diperoleh, tetapi kini tidak lagi.'"

"Saudara tidak bisa membuktikan keterangan itu!"

"Saudara akan tampak seperti orang tolol bagi orang-orang lain."

"Tetapi, ada banyak orang yang akan menyebut Saudara orang tolol. Meskipun mungkin Saudara tidak seperti itu. Saudara barangkali punya maksud tersembunyi, menyuruh saya pergi ke tempat lampu-lampu yang dijual oleh teman Saudara. Atau, mungkin Saudara tidak ingin saya mempunyai lampu sama sekali."

"Saya lebih buruk dari yang Saudara bayangkan. Alih-alih menjanjikan Saudara 'Toko Lampu' dan membiarkan Saudara beranggapan bahwa Saudara akan menemukan pemecahan masalah Saudara di sana, saya pertama-tama akan mencari tahu apakah Saudara bisa membaca. Saya bisa mengetahuinya apabila Saudara berada di dekat toko semacam itu. Atau, apakah lampu bisa didapatkan bagi Saudara dengan cara lain."

Sejenak kedua lelaki itu saling memandang, dengan sedih. Kemudian, masing-masing beranjak pergi.

Baca juga: Kisah Sufi Bakhtiar Baba: Kebutuhanan yang Sangat Mendesak

---

Shaikh-Pir Shattari, pengarang kisah ini, wafat di India tahun 1632. Makamnya di Meerut.

Ia dipercaya mampu melakukan hubungan telepati dengan para guru 'masa lampau, masa kini, dan masa depan', dan memberi mereka cara-cara untuk menerangkan pesan mereka lewat keahliannya menyampaikan kisah-kisah berdasarkan kehidupan orang sehari-hari.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)