LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pada peringatan
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 yang jatuh pada hari ini, Presiden
Prabowo Subianto akan meluncurkan program prioritas, yaitu renovasi sekolah, digitalisasi pendidikan, dan bantuan untuk guru honorer.
Peluncuran program prioritas pendidikan tersebut akan dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Cimahpar, Bogor, tempat dimana Presiden melakukan seremoni peringatan Hardiknas.
1. Program Renovasi SekolahProgram ini akan menyasar sebanyak 10.440 sekolah di seluruh Indonesia, yang mengalami rusak berat dan membutuhkan perbaikan mendesak. Anggaran yang telah disiapkan untuk
renovasi sebesar Rp 16,9 triliun.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan, "Dalam rangka Hardiknas itu launching program prioritas Pak Presiden, pertama adalah untuk launching pembangunan sekolah. Kita rencanakan tahun ini akan dibangun, direnovasi 10.440 sekolah."
Presiden Prabowo akan mencanangkan program ini secara langsung di salah satu sekolah yang akan direnovasi di Bogor. Target penyelesaian renovasi 10.440 sekolah ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
Dengan program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar dengan menyediakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan aman bagi siswa. Sehingga meningkatkan pendidikan Indonesia secara luas.
2. Program Digitalisasi PendidikanPada program
digitalisasi pendidikan, pemerintah akan menciptakan "smart classroom" di 15.000 sekolah di seluruh Indonesia.
Mengenai detail program ini akan diumumkan lebih lanjut oleh Presiden Prabowo pada acara peluncuran di Hardiknas, siang nanti.
Baca juga: Presiden Prabowo Akan Hadiri Peringatan Hardiknas di SDN Cimahpar, BogorDengan adanya
smart classroom, diharapkan proses belajar mengajar akan lebih efektif dan modern. Siswa akan mendapatkan akses terhadap teknologi dan informasi terkini yang dapat menunjang proses pembelajaran. Program ini merupakan langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia di era digital.
Implementasi program
smart classroom ini akan didukung dengan pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan. Tujuannya agar mereka dapat memanfaatkan teknologi dengan optimal dalam proses pembelajaran.
3. Program Bantuan Guru HonorerPresiden Prabowo akan memberikan
bantuan langsung tunai (BLT) kepada guru honorer. Besaran bantuan yang akan diberikan adalah Rp300.000 per bulan, untuk guru honorer yang belum diangkat menjadi PNS atau PPPK.
Selain itu, guru honorer yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4 akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp3 juta per semester.
"Presiden juga memberikan bantuan dana pendidikan untuk guru yang belum menyelesaikan pendidikan tingkat Sarjana atau setara D4 sebesar Rp 3 juta per semester," jelas Mendikdasmen
Abdul Mu’ti.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Terpilih Sebagai Menteri dengan Kinerja TerbaikBantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi dan kerja keras guru honorer dalam mencerdaskan anak bangsa. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan guru honorer dapat lebih fokus pada tugas mengajar tanpa harus memikirkan masalah ekonomi yang mungkin menghambat.
Penyaluran BLT dan bantuan dana pendidikan bagi guru honorer akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah akan memastikan penyaluran bantuan ini tepat sasaran dan transparan.
(lsi)