LANGIT7.ID-Jakarta; Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 Hijriah kembali menjadi ujian kesiapan Indonesia dalam melayani puluhan ribu jamaah. Namun lebih dari sekadar logistik dan teknis, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pentingnya peran moral dan spiritual, baik dari jamaah, petugas, maupun pemerintah.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Arif Fahruddin, menyerukan agar seluruh panitia haji Indonesia benar-benar mengutamakan aspek kemanusiaan, khususnya bagi jamaah lansia dan difabel yang kerap menghadapi tantangan lebih besar di Tanah Suci.
Baca juga: Besok 7.514 Jemaah Haji Indonesia Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci“Kepada seluruh petugas haji Indonesia selamat bertugas melayani jamaah haji Indonesia. Berikan pelayanan terbaik sebagaimana melayani kepada keluarga sendiri,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (2/5/2025).
Tidak hanya soal pelayanan teknis, Kiai Arif mengajak jamaah memaksimalkan ibadah haji sebagai momen spiritual global yang dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memberi kontribusi positif bagi dunia yang lebih adil dan bermartabat.
Dia juga mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk terus mendoakan agar ibadah haji berjalan lancar, tertib, dan kondusif, serta sesuai dengan tujuan-tujuan syariat.
“Mari doakan agar pemerintah berhasil terus meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji dari musim ke musim. Aamiin,” ujarnya.
Kiai Arif juga mengirimkan doa khusus kepada Menteri Agama KH Nasaruddin Umar yang tahun ini menjalankan tugas perdananya sebagai penanggung jawab utama ibadah haji nasional.
Baca juga: Jelang Kedatangan Perdana, Jamaah Haji Diminta Patuhi Prosedur Barang Bawaan“Kepada Bapak Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar selamat menjalankan tugas perdana sebagai Menteri Agama RI yang bertanggung jawab penuh dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H /2025 M,” kata dia.
Tak hanya itu, MUI juga berharap agar Menteri Agama dan jajarannya senantiasa diberi kekuatan dalam mengawal seluruh tahapan—dari penyusunan kebijakan hingga puncak ibadah di Arofah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dia juga menyampaikan harapan kepada jamaah haji agar senantiasa khusyuk dalam menjalankan setiap prosesi ibadah.
“Kepada seluruh jamaah haji sebagai tamu Allah (dhuyufur Rahman) semoga meraih predikat haji mabrur. Semoga selalu sehat dan khusyuk dalam menjalankan prosesi ibadah haji. Semoga terus menjadi percontohan yang baik bagi jamaah haji negara-negara lain dalam mengharumkan nama negara Indonesia di mata dunia,” sambungnya.
(lam)