LANGIT7.ID-Pangkalpinang; Jamkrindo menegaskan komitmennya dalam mendorong UMKM di daerah agar mampu berkembang secara mandiri. Melalui kerja sama dengan Ruko (Rumah Kolaborasi) PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Babel, perusahaan pelat merah ini menggelar rangkaian pelatihan dan pendampingan khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Pangkalpinang.
“Kali ini kami melakukan kolaborasi dalam rangka mendorong UMKM naik kelas. Sebanyak 50 pelaku UMKM kami ajak mengikuti Workshop Literasi Keuangan Digital,” kata Baskoro, Pelatih UMKM Layak di Pangkalpinang, dikutip Rabu (21/5/2025).
Pimpinan Cabang Jamkrindo Babel, Dedi Wardhani, menyebutkan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang disusun untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan pembiayaan dan digitalisasi.
Kegiatan pelatihan ini menyasar 50 pelaku UMKM yang secara sukarela mendaftarkan diri karena ingin meningkatkan kapasitas bisnis mereka. Program ini tidak hanya berisi teori, tapi juga mempertemukan peserta dengan pendamping yang akan membimbing mereka secara daring selama sebulan penuh.
Dalam pelaksanaannya, peserta didorong untuk menjalani proses transformasi bisnis melalui empat pertemuan intensif yang mencakup riset pasar, prototipe produk, evaluasi pelanggan, hingga penyusunan rencana aksi.
“Kita arahnya ke usaha semakin berkembang, bukan hanya bertahan,” ujar Baskoro, Pelatih UMKM Layak. Menurutnya, pendampingan bukan sekadar formalitas, tapi diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret agar UMKM bisa berdiri di atas kekuatan inovasi sendiri.
Salah satu topik utama yang disorot dalam pelatihan adalah pentingnya literasi keuangan dalam pengelolaan usaha. Para pelaku usaha dikenalkan dengan pendekatan praktis untuk membaca kesehatan keuangan bisnis mereka sendiri dan menyusun strategi finansial berbasis data.
Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pembekalan untuk menghadapi era digital. “Seminar kami laksanakan dengan tema UMKM Siap Tancap Gas, Melek Finansial, Go Digital dan Jago Inovasi. Mereka kami ajari tentang prinsip-prinsip literasi keuangan, digitalisasi dan inovasi produk di PLUT Babel,” ujar Baskoro menambahkan.
Sementara itu, lokasi pelatihan yang berada di Ruko PLUT Babel juga turut menjadi daya tarik tersendiri. Tempat ini telah menjadi pusat kolaborasi pengembangan UMKM dan terus aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dari swasta maupun pemerintah.
"Program Ruko PLUT Babel ini memang kami buka seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang ingin bersama-sama memajukan UMKM. Kami siapkan tempat, pendamping dan konsultan, serta mobilisasi dan koordinir UMKM juga dapat kami fasilitasi," jelas Muslim El Hakim Kurniawan, Koordinator PLUT Babel.
Selama ini, Ruko PLUT Babel juga aktif membangun jejaring dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas UMKM lokal. Sebelumnya mereka telah berkolaborasi dengan Rumah BUMN BNI, komunitas UMKM, serta pelaku industri pengemasan dari Surabaya.
Dengan adanya program ini, Jamkrindo juga mendorong perlunya klasifikasi usaha super mikro, mikro, dan kecil agar lebih tepat dalam penyaluran KUR maupun pembiayaan dari bank, PNM, atau Pegadaian. Hal ini penting demi mengurangi angka kredit bermasalah dan mendorong UMKM yang sehat secara keuangan. (
Antara)
(lam)