Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 15 Januari 2026
home masjid detail berita

Empat Golongan Manusia Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilan

miftah yusufpati Sabtu, 24 Mei 2025 - 05:45 WIB
Empat Golongan Manusia Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilan
Syaikh Abdul Qadir al Jilani banyak yang mengultuskan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani membagi manusia ke dalam empat golongan. Dalam kitabnya "Futuh al-Ghaib", beliau berkata: “Ada empat jenis manusia.”

Golongan Pertama: Tidak Berhati dan Tidak Berlidah

Menurut Syaikh, jenis manusia pertama adalah mereka yang tidak berhati dan tidak berlidah. Mereka adalah orang-orang bodoh dan hina, yang tidak pernah mengingat Allah. Tiada kebaikan dalam diri mereka; mereka seperti sekam yang tak berbobot. Jika Allah tidak mengasihi dan membimbing hati mereka kepada keimanan kepada-Nya, mereka akan tetap tersesat.

“Waspadalah, jangan menjadi seperti mereka,” tuturnya memperingatkan. “Inilah manusia-manusia yang sengsara dan dimurkai oleh Allah. Mereka adalah penghuni neraka. Kita berlindung kepada Allah dari menjadi seperti mereka,” lanjutnya.

Syaikh Abdul Qadir kemudian menyampaikan nasihat:

"Hiasilah dirimu dengan ma‘rifat. Jadilah guru kebenaran, pembimbing di jalan agama, pemimpin, dan penyerunya. Engkau harus mendatangi mereka, mengajak kepada ketaatan kepada Allah, serta memperingatkan akan dosa-dosa. Dengan begitu, engkau menjadi pejuang di jalan Allah dan mendapatkan pahala sebagaimana para nabi dan utusan."

Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Ali RA: “Jika Allah membimbing seseorang melalui dirimu, maka itu lebih baik bagimu daripada dunia dan segala isinya.”

Baca juga: Nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tentang Kesabaran dan Keikhlasan Menghadapi Takdir

Golongan Kedua: Berlidah Tapi Tidak Berhati

Jenis kedua adalah mereka yang pandai berbicara tetapi tidak memiliki hati. Mereka mengajak kepada Allah, namun mereka sendiri jauh dari-Nya. Mereka mencela dosa orang lain, tetapi diri mereka tenggelam dalam dosa. Mereka tampak saleh di depan orang lain, tetapi berbuat maksiat saat sendirian.

“Bila sendirian, mereka seperti serigala berbulu domba,” kata Syaikh.

Rasulullah SAW bersabda: “Hal yang paling aku takuti atas umatku adalah orang berilmu yang jahat.”

Syaikh mengingatkan: “Jauhilah mereka agar tidak terseret oleh manisnya lidah mereka. Lidahnya membakar, ruhani dan hatinya merusak. Kita berlindung kepada Allah dari mereka.”

Golongan Ketiga: Berhati Tapi Tidak Berlidah

Jenis ketiga adalah mereka yang berhati namun tidak berlidah. Mereka beriman, diberi pengetahuan oleh Allah tentang cela dalam diri mereka sendiri. Hati mereka tercerahkan dan sadar akan bahaya bergaul dengan manusia serta keburukan banyak berbicara.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang banyak diam, maka ia selamat.”

“Sesungguhnya pengabdian kepada Allah itu terdiri atas sepuluh bagian, sembilan di antaranya adalah diam.”

Orang seperti ini adalah wali Allah yang tersembunyi, penuh keselamatan, berpengetahuan, dan diberkahi.

Baca juga: Menghindari Iri Hati: Pesan Bijak Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Syaikh berkata: “Bersahabatlah dengan orang semacam ini. Layanilah dia, cintailah dia dengan memenuhi kebutuhannya dan menyenangkannya. Jika engkau melakukannya, Allah akan mencintaimu, memilihmu, dan memasukkanmu ke dalam golongan orang saleh."

Golongan Keempat: Diundang ke Alam Gaib dan Diberi Kemuliaan

Golongan terakhir adalah mereka yang tidak hanya mengetahui, tetapi juga mengamalkan pengetahuannya dan mengajarkannya kepada orang lain. Allah mengundangnya ke alam gaib dan memuliakannya.

Orang ini diberi pengetahuan tentang Allah dan tanda-tanda-Nya, hatinya menjadi tempat rahasia ilahi, dan ia menjadi perantara antara manusia dan Allah. Ia adalah hujjah Allah di tengah umat, seorang pemandu dan yang terbimbing, pewaris para nabi, shiddiq, dan saksi kebenaran.

Baca juga: Keadaan Rohani Manusia Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Syaikh berkata: “Tiada maqam di atas ini kecuali maqam para nabi. Maka berhati-hatilah. Jangan memusuhi orang seperti ini, jangan meremehkan ucapannya. Keselamatan ada pada kebersamaan dengannya, sementara kesesatan ada pada yang lainnya, kecuali bagi mereka yang diberi petunjuk oleh Allah.”

“Telah aku jelaskan bahwa manusia terbagi ke dalam empat golongan. Maka perhatikanlah dirimu. Jika jiwamu cerdas dan terus mencari kebenaran, selamatkanlah ia dengan cahaya pengetahuan ini. Semoga Allah membimbing kita kepada apa yang dicintai-Nya di dunia dan di akhirat.”

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 15 Januari 2026
Imsak
04:17
Shubuh
04:27
Dhuhur
12:05
Ashar
15:30
Maghrib
18:18
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan