Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Muhammadiyah Paparkan Solusi untuk Permasalahan Global Ummat Islam

Muhajirin Kamis, 30 September 2021 - 10:13 WIB
Muhammadiyah Paparkan Solusi untuk Permasalahan Global Ummat Islam
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir (foto: Antara)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, masalah umat Islam di tingkat global maupun regional dan lokal saat ini sangat kompleks. Namun bukan berarti tanpa solusi.

Masalah tersebut bisa muncul dari internal umat Islam maupun dari pihak luar. Pertama, perpecahan dan konflik di lingkungan umat Islam. Harapan kebangkitan Islam 15 Hijriyah makin lama makin redup dan menjauh dari sumbunya.

Kedua, ketertinggalan umat Islam di bidang ekonomi, pendidikan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini mengakibatkan umat Islam kalah daya saing di hadapan golongan dan bangsa lain. Kondisi umat Islam mayoritas masih ‘yad as-sufla’ (tangan di bawah) belum ‘yad al’ulya’ (tangan di atas).

Ketiga, masalah multikulturalisme yakni pengaruh demokrasi, hak asasi manusia, dan pluralism yang bercorak liberal-sekuler dan berparadigma Barat makin meluas.

Keempat, masalah globalisasi dan revolusi teknologi informasi. Teknologi informasi memang membawa banyak aspek positif, namun memiliki dampak buruk seperti masyarakat mengalami erosi ‘dignity’ atau etika kesopanan. Belum lagi tantangan kecerdasan buatan (AI) dan rekayasa genetika yang semakin hari kian mereduksi ajaran agama.

Solusi Permasalahan Umat Islam

Haedar menyebut beberapa solusi atas empat permasalahan di atas. Pertama, pengembangan tafsir Al-Qur’an dengan pendekatan bayani (tekstual), burhani (logika) dan irfani (spiritual) yang interkoneksitas.

Kedua, mengembalikan fiqih dan ushul fiqih ke hakikat aslinya sebagai metode memahami dan mewujudkan ajaran Islam multiaspek untuk menjawab permasalahan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta yang sejalan dengan perkembangan zaman.

“Langkah tajdid merupakan pilihan utama menghadapi permasalahan dan perkembangan zaman. Tajdid rekonstruksi atau usaha membangun kembali fiqih dan pemikiran Islam yang komprehensif, multiaspek, dan multiparadigmatik dapat dikembangkan sebagai perspektif alternative (at-tafkir al-badil),” kata Haedar dikutip laman Muhammadiyah, Kamis (30/9/2021).

Ketiga, melakukan integrasi atau keterhubungan antara agama, ilmu, dan filsafat. Penguatan filsafat, ilmu kalam, dan logika sesuai paradigma Islam sangat penting. Ini akan membawa ragam mazhab pemikiran untuk berdialog lintas batas.

Dalam khazanah pemikiran keislaman di abad pertengahan, umat Islam terbiasa berdialog dengan para penganut Aristotelian, Neo Platonis, hingga polemik Al-Ghazali dan Ibn Rusyd.

Haedar menegaskan, rekonstruksi fikih dan pemikiran keislaman pada era modern abad ke-21 merupakan perwujudan dari aktualisasi risalah Islam ‘rahmatan lil-alamin’ di era kemajuan zaman sesuai kredo ‘Al-Islam shalihun li-kulli zaman wa makan’, bahwa Islam bisa jadi solusi di setiap zaman dan tempat.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)