LANGIT7.ID-Mekkah; "Alhamdulih di sore hari Nahar, 10 Dzul Hijjah 1446 H, hari pertama mabit di Mina mendapat undangan silaturrahim dengan Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi. Saya sebaga jemaah undangan Raja Salman Ali Su’ud dijemput untuk silaturrahim dan bincang-bincang tentang penyelenggaraan haji tahun ini," ujar Ketua MUI KH Cholil Nafis Lc, M.A. Ph.D dalam pernyataannya yang disampaikan kepada langit7.id, sabtu (7/6/2025).
Kiai Cholil menjelaskan, pertemuan yg sangat akrab dan nyaman, telah dimanfaatkan untuk berbincang banyak hal, khususnya tentang penyelenggaran haji yang secara umum lebih tertib dan nyaman.
Selain itu, imbuh pimpinan Ponpes Cendekia Amanah ini, fasilitas pelayanan haji lebih baik dan lebih lengkap. Sedangkan Jumlah jemaah haji tahun ini lebih sedikit dari tahun 2024 lalu, sehingga memudahkan penjagaan jemaah haji ilegal lebih ketat sehingga yang masuk ke Masjidil Haram dan masya’ir hanya jemaah yang punya izin haji (tasrih).
![KH Cholil Adakan Pertemuan Dengan Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi: Sempat Bahas Haji Furoda]()
"Saya sempat bertanya soal visa furoda yang tidak keluar di Indonesia. Ia menjawab bahwa itu kebijakan Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi untuk penataan yang lebih kondusif meskipun kebijakan itu membuat banyak orang kurang nyaman," ujar Rais Syuriah PBNU ini.
Berkenaan dengan pembayaran Dam haji Kiai Cholil telah memberikan apresiasi karena dilakukan dengan cara yang lebih mudah dan resmi serta melarang orang atau lembaga manapun dari negara lain utk menerima pembayaran atau penghimpunan dana Dam.
"Saran saya kepada Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi agar dapat menentukan jumlah kuota dari jau-jauh waktu bahkan kepastian visa itu bisa dipastikan lebih jauh waktunya, seperti pas Ramadhan sudah ada kepastian visa bagi yg jemaah yang akan berangkat haji," katanya.(*/saf)
(lam)