LANGIT7.ID-, Melbourne, - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI
Ahmad Haikal Hasan menyebut halal telah menjadi standar universal.
Hal tersebut diungkap Ahmad Haikal Hasan di pertemuan Indonesia-Australia-New Zealand Halal Forum 2025 di Melbourne, Australia pada Jumat, 11 Juli 2025 lalu.
Bahkan, kata Ahmad Haikal atau Babe Haikal,
halal telah bermetaforsa sebagai gaya hidup yang mencerminkan ketelusuran, kepercayaan, dan transparansi.
Baca juga: Pakar UGM Sebut Pasar Halal Global Bisa Tembus Triliunan Dolar"Sebagai standar produk, halal dapat ditrace/ditelusur, terpercaya, dan transparan, dari hulu hingga ke hilir," kata Babe Haikal dalam keterangan resmi, dikutip Senin (14/7/2025).
Ia menambahkan, sebagian masyarakat di berbagai negara menganggap halal sebagai simbol kesehatan, kebersihan, juga kualitas produk.
Sayangnya, kata Babe Haikal, transaksi
produk halal Indonesia masih jauh tertinggal dari China, Brasil, Amerika Serikat dan Prancis.
"Terjadi transaksi halal yang sangat besar. Namun kita baru mengambil sebagian kecil saja. Di ASEAN jumlah penduduk ASEAN hampir 1 M dan seperempatnya ada di Indonesia. Artinya kalau kita menggeliat sedikit saja dengan tertib halal, maka peran kita untuk membawa halal Indonesia untuk masyarakat dunia dapat terwujud." imbuhnya.
Namun BPJPH terus optimis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor produk halal Indonesia, dimana produk bersertifikat halal di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yang sekarang mencapai sekitar 7,7 juta produk bersertifikat halal.
Baca juga: Indonesia Berpeluang Jadi Motor Produk Halal DuniaAngka tersebut tentunya akan semakin bertambah menjelang wajib bersertifikat halal pada 18 Oktober 2026.
Dalam upaya memanfaatkan peluang besar itu, rencana pengembangan sistem sertifikasi halal, termasuk harmonisasi standardisasi halal seperti ISO akan menjadi fokus dan target BPJPH RI mendatang.
Forum Halal 2025 di Melbourne ini sendiri merupakan bagian dari inisiatif BPJPH untuk membentuk ASEAN-Australia-New Zealand Halal Forum, dengan mempertemukan perwakilan dari 15 Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) dari Australia dan Selandia Baru.
Forum yang dihadiri juga oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, dan perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) ini memberi kesempatan untuk bertukar ide, berbagi pengetahuan, dan mendiskusikan berbagai tantangan serta peluang dalam sektor kerja sama jaminan produk halal, termasuk saling pengakuan sertifikat halal dan standardisasi halal.
Baca juga: Instrumen Syariah dan Produk Halal RI Dibidik Masuk Pasar Timur Tengah(est)