LANGIT7.ID-, Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri Malaysia
Mahathir Mohamad mengabarkan bahwa dirinya telah diizinkan pulang setelah menjalani
perawatan di
rumah sakit pada Ahad (13/7/2025) lalu.
Hal tersebut diungkap Mahathir Mohamad lewat akun Instagram resmi, dikutip Selasa (15/7/2025). Mahathir Mohamad dikabarkan mengalami
kelelahan setelah piknik perayaan ulang tahunnya yang ke-100.
"Saya mohon maaf karena tidak bisa menemani Anda kemarin saat piknik yang dihadiri ribuan orang karena saya merasa terlalu lelah dan harus beristirahat. Dokter meminta saya untuk pergi ke rumah sakit dan kemudian mengizinkan saya pulang," tulis Mahathir Mohamad.
Baca juga: Mahathir Mohamad Bagi Rahasia Tetap Bugar di Usia Hampir SeabadSetelah dinyatakan boleh pulang, Mahathir mengaku langsung menjalani rutinitas seperti biasa, yaitu
bekerja.
"Sekarang saya telah pulih setelah dirawat oleh dokter dan saya dapat melanjutkan gaya hidup saya, yaitu bekerja," kata Mahathir Mohamad.
Dilansir Reuters, pemimpin negara Asia Tenggara selama lebih dari dua dekade tersebut, memiliki riwayat masalah jantung dan telah menjalani
operasi bypass.
Ia telah dirawat di rumah sakit berulang kali dalam beberapa tahun terakhir, terakhir pada bulan Oktober karena infeksi saluran pernapasan.
Mahathir menjalani observasi di Institut Jantung Nasional di Kuala Lumpur karena masalah yang berkaitan dengan kelelahan pada Ahad lalu, menurut kantornya.
"Mahathir telah diizinkan pulang pada pukul 16.45 (08.45 GMT)," demikian pernyataan kantor tersebut.
Mahathir diketahui menyetir sendiri pada Ahad ke perayaan tersebut, yang juga menandai ulang tahun ke-99 istrinya, Hasmah Mohd Ali, sehari sebelumnya, lapor media lokal.
Baca juga: Mahathir: Kemunduran Umat Islam karena Tidak Patuh Ajaran Qur'an-SunnahLaporan tersebut mengatakan ia bersepeda selama satu jam sebelum tampak lelah. Mahathir Mohamad merayakan hari ulang tahunnya yang ke-100 pada Kamis, 10 Juli 2025.
Mahathir menjabat sebagai perdana menteri selama 22 tahun hingga tahun 2003. Ia kembali menjabat sebagai perdana menteri pada tahun 2018 setelah memimpin koalisi oposisi meraih kemenangan bersejarah, tetapi pemerintahannya runtuh dalam waktu kurang dari dua tahun akibat pertikaian internal.
(est)