Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home sosok muslim detail berita

Kristiane Baker, Ikon Dunia Hiburan Barat Temukan Kedamaian bersama Islam

Muhajirin Ahad, 03 Oktober 2021 - 17:02 WIB
Kristiane Baker, Ikon Dunia Hiburan Barat Temukan Kedamaian bersama Islam
Kristiane Backer setelah menjadi mualaf (foto: Arab News)
LANGIT7.ID - Kristiane Baker menjalani hidup sehari-hari sebagai ikon dunia hiburan yakni presenter MTV Eropa saat usianya masih 20-an tahun. Ia mendapatkan semua apa yang diinginkan, rumah mewah hingga kendaraan untuk beraktivitas. Namun, terkadang ia merasa depresi dan cemas.

Seiring waktu, ia bertemu dengan Imran Khan, pemain kriket Pakistan populer yang kini menjadi Perdana Menteri Pakistan. Dari perkenalan itu, ia mengenal Islam menemukan kedamaian jiwa.

“Dia mengantarkan saya ke Islam. Saya tidak mencari, tapi saya ditemukan,” kata Baker, dikutip laman noemamag, Ahad (3/10/2021).

Baker merupakan wanita kelahiran Jerman dan tumbuh besar di Hamburg. Dari latar belakang itu, ia selalu bersemangat dan tertarik dengan seni. Namun ada satu aliran musik yang membuat dia merasa nyaman dan damai, yakni qawwali, aliran musik yang selalu dikaitkan dengan sufi.

Dia berkenalan dengan musik qawwali saat berkunjung ke Pakistan untuk mengunjungi Khan. ia mendalami setiap nada, setiap lirik seolah terhubung dengan bentuk cinta kepada Sang Khaliq.

Selain musik, Backer juga sangat tersentuh dengan keramahan dan kehangatan orang-orang Pakistan. Ia terkesima saat mengetahui orang-orang Pakistan rutin bersedekah. Padahal, mereka bukan dari kalangan orang-orang kaya. Orang-orang di wilayah utara Pakistan itu menyambut Backer dengan murah hati.

“Pria compang-camping dengan gigi yang hilang menjatuhkan beberapa rupee ke tangan Imran untuk pembangunan rumah sakit. Wanita melepas perhiasan mereka dan menyumbangkan untuk rumah sakit,” kata dia.

Backer kagum. Dia terkejut dengan perbedaan mencolok antara sikap yang dia alami dalam kehidupan industri hiburan, terutama kedangkalan musik pop Barat, dan spiritualitas yang dia saksikan di Pakistan.

Peristiwa itu terjadi tiga tahun sebelum Backer masuk Islam. Setelah itu ia mulai meneliti tentang Islam. Ia menghabiskan beberapa hari dengan Imran Khan untuk mempelajari agama Islam. Dari situ, ia merasakan kebangkitan spiritual dan menemukan cara hidup yang benar-benar menenangkan jiwa.

"Saya membaca banyak buku, dan apa yang saya temukan sangat mengejutkan. Itu seperti alam semesta yang sama sekali baru. Saya tertarik dengan buku pertama yang saya baca, dan saya ingin tahu lebih banyak. Saya menyadari ada satu Tuhan dan bahwa kita bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri dan bayi dilahirkan fitrah, bukan sebagai orang berdosa. Saya juga belajar bagaimana ayat-ayat dari Al-Quran dapat membantu saya dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Backer.

Setelah itu, ia merasa yakin dengan Islam. Dia menginginkan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Ia ingin menyucikan diri dengan Islam, dan mencicipi nilai-nilai spiritual yang diajarkan dalam Islam.

Namun saat Islam mulai tumbuh dalam jiwanya, Backer menemui masalah baru. Khan sebagai sosok laki-laki yang ia impikan menikah dengan wanita lain. Sejak saat itu, Backer tak memiliki alasan untuk belajar Islam.

Jika dia mundur dan tidak menjadikan Islam sebagai agama, itu bisa dimengerti. Namun sebaliknya, ia memeluk Islam dengan keimanan tanpa ragu-ragu. Islam memberi Backer pelipur lara dan kekuatan untuk menghadapi kenyataan tentang Imran Khan menikahi wanita lain.

Dia memulai perjalanan mengenal Islam dengan cinta kepada Imran Khan, namun ternyata ia sampai pada tujuan yang lebih hakiki, yakni mendapatkan cinta abadi dari Allah Ta’ala. Keimanan itu membantu Backer berdamai dengan setiap masalah kehidupan. Tidak ada lagi keresahan, kebingungan dan konflik telah terangkat.

Hadapi Masalah Usai Memeluk Islam

Backer saat ini berusia 51 tahun. Ia menjadi salah satu orang Jerman yang paling terkenal karena memeluk Islam. Namun sayang, keputusan itu tak bisa diterima dengan semua keluarganya. Tak hanya itu, pemberitaan di media-media juga berbau negatif, tak heran ia adalah seorang figur publik.

“Saya adalah presenter TV pemenang penghargaan, ikon populer di sana selama lebih dari tujuh tahun, dan tiba-tiba saya dituduh sebagai pendukung terorisme. Koran-koran menyarankan saya telah kehilangan plot. Segera setelah itu, saya dipecat dari semua program TV saya dan praktis kehilangan karir hiburan saya di Jerman,” kata Backer.

"Mereka tidak apa-apa jika saya memiliki tindikan di perut dan mengenakan rok mini, tetapi tidak boleh ketika mengenakan pakaian panjang dan jilbab? Itu salah,” lanjutnya.

Respon publik itu mengejutkan Backer. Namun ia tetap kokoh dengan pendiriannya sebagai seorang muslimah. Saat pertama kali masuk Islam, ia mengubah cara berpakaian. Ia memulai mengenakan pakaian tertutup.

Tentu itu bertentangan dengan dunia hiburan yang memiliki prinsip tubuh harus dipamerkan. Namun bagi Backer, tubuh wanita harus ditutup sebagai salah satu ajaran sopan santun dalam Islam ketika berada di publik.

Backer menyebut orang tuanya memiliki persepsi yang tidak adil tentang Islam. Mereka mencoba membujuk Backer dengan mengungkit keputusan Khan menikah dengan wanita lain. Bahkan ayahnya, menujuluki Islam sebagai panteisme, umat Islam ingin menguasai seluruh dunia.

Namun Backer berusaha menjelaskan bahwa ia telah menemukan kedamaian jiwa semenjak memeluk Islam. Pada akhirnya, ia dilarang membicarakan topik Islam di dalam rumah mereka.

Respon-respon itu membuat Backer frustasi hingga hari ini. Dalam pengalaman Backer, identitas Jerman tidak jauh berbeda dengan identitas Islam. Jadi, dia tak harus memilih antara keduanya.

“Menjadi orang Jerman, tidak berarti minum bir. Saya sepenuh hati percaya dan tahu bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya cocok dengan nilai-nilai Islam, tapi dengan nilai-nilai Eropa pada umumnya. Islam untuk semua orang, karena itu juga untuk orang Eropa di zaman kita. Saya adalah bukti hidup,” katanya.

Meski begitu, keyakinan Backer tidak bisa mengubah persepsi keluarganya tentang Islam. Tak hanya itu, pintu-pintu karir seolah semua tertutup. Karir dia di Jerman tak bisa lagi diselamatkan.

Hijrah ke Inggris

Setelah mendapat penolakan sana sini, Backer akhirnya pindah ke London, Inggris, tempat ia tinggal dan bekerja sebagai penyiar MTV Eropa pada 1989. Di Inggris, ia bisa diterima oleh masyarakat. Meski islamofobia berkembang di Eropa, namun Inggris memiliki komunitas muslim yang maju di seluruh negeri.

Terlebih lagi banyak orang-orang Islam datang ke negara itu untuk tujuan pendidikan. Sementara di Jerman, orang Islam lebih banyak datang sebagai pelancong dan bekerja. Namun ia sadar hidup sebagai muslim tak mudah, terutama seorang mualaf.

“Kami adalah minoritas di dalam minoritas. Dimana kita berdoa? Masjid mana yang kita tuju, masjid Pakistan, Persia atau Turki?,” katanya.

Awalnya, Backer berjuang menemukan tempat di komunitas muslim di Inggris. Bukan hanya tak memiliki keluarga, namun tidak ada teman berbuka puasa selama ramadhan. Ia merasa terasing di negara itu. Namun akhirnya dia menemukan sebuah masjid kecil tak jauh dari tempat ia tinggal. Ia rutun beribadah di masjid itu.

Berjuang Mensyiarkan Islam Melalui Media

Setelah menjalani menjalani hidup sebagai seorang muslimah, ia memutuskan mensyiarkan nilai-nilai Islam melalui media. Ia ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam sangat cocok diterapkan di masyarakat Eropa.

Atas dasar itu pula ia menulis buku tentang perjalanannya menemuka Islam yang berjudul From MTV to Mecca: How Islam Inspired My Life. Ia ingin menunjukkan kepada orang Eropa, umat Islam tak seperti yang digambarkan media-media. Masyarakat muslim sangat ramah dan produktif.

Perlahan dia mendapat tempat di hati masyarakat. Saat aktif menyuarakan Islam, ia mendapatkan simpati dari masyarakat Jerman. Namun dia menyebut masa depan Islam bertumpu pada pemuda, bukan pada Backer. Kaum muda muslim harus mengajarkan kepada dunia bahwa Islam merupakan agama modern.

Bagaimanapun, kata Backer, nilai-nilai indah Islam dan ajaran Nabi Muhammad SAW adalah beberapa rahasia yang paling disimpan di Barat. Ia ingin mengajak semua masyarakat muslim menyingkap tabir tersebut.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)