Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (6)

sururi al faruq Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:02 WIB
Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (6)
LANGIT7.ID-Dr H.TGB Muhammad Zainul Majdi adalah alumni Al-Azhar pilihan dan yang dibanggakan oleh almamaternya. Dengan kemampuan keilmuan ke Islamannya yang tinggi, keberadaannya selalu dibutuhkan untuk memberikan pencerahan. Seperti dalam buku Islam Ala Prabowo, TGB adalah termasuk "orang luar" yang terpilih untuk memberikan perspektif ke Islaman Presiden Prabowo. Ia terpilih karena keilmuan ke Islamannya yang sangat otoritatif. Meskipun TGB melihat dengan kacamata dari luar, namun otoritatif keilmuannya bisa menembus ke dalam pribadi Presiden Prabowo sehingga melahirkan pandangan-pandangan yang jernih dan secara konklusif bisa memotret dengan utuh seperti apa ke Islaman Presiden Prabowo.

TGB dengan kacamata jernihnya melihat Presiden Prabowo diilustrasikan sebagai pemimpin yang sangat strategik. Seperti di awal menjabat, Presiden memilih melakukan kunjungan kenegaraannya ke Mesir. Keputusan ini dilihat TGB sebagai pemimpin yang sangat memahami sejarah, karena memang negara piramid ini adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Di sisi lain, TGB melihat pilihan pertama mengunjungi Mesir karena Presiden Prabowo ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat serius untuk meneguhkan posisinya sebagai pemimpin dunia Islam. Ini disebabkan Mesir dan Al-Azhar sebagai otoritas keilmuan Islam Sunni teringgi dalam dunia Islam.

TGB melihat fakta tersebut, Indonesia di bawah nahkoda Presiden Prabowo memiliki keseriusan yang kuat untuk memimpin negara-negara Islam agar menjadi negara maju. Bagi TGB, langkah yang diambil Presiden Prabowo dinilai sangat bagus, karena Al-Azhar akan semakin memandang positif kepada Indonesia.

Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (5)

Maka, TGB mempunyai penilaian yang sangat bagus karena Presiden Prabowo telah memiliki pengertian Islam sebagai ajaran maupun gerakan. Dalam kontek ajaran, TGB melihat di awal pemerintahannya Presiden Prabowo mampu menyerap beberapa nilai Islam yang sangat penting.

Pertama, adalah al-ishlah, yaitu menghilangkan permusuhan, menciptakan budaya damai, dan bekerjasama untuk masa depan. Kedua, adalah nilai nushratul mustadh'afin, yaitu memberikan pemihakan kepada yang lemah.. Kita melihat bahasa Presiden komitmen terkait program makan bergizi itu di belakangnya terdapat nilai keberpihakan kepada yang lemah. Karena faktanya kelompok masyarakat di bawah faktanya belum bisa menyiapkan makanan yang baik untuk anak-anaknya di usia sekolah. Padahal usia sekolah itu adala usia pembentukan otak yang akan mempengaruhi pembentukan karakter.

Selain itu, TGB juga melihat bahwa Presiden Prabowo telah berusaha secara sungguh sungguh mencari titik keadilan dalam kebijakan.. Kita melihat wacana kenaikan PPN sebesar 12% adalah upaya Presiden untuk mencari titik di mana kebijakan itu tidak menyebabkan beban yang tidak boleh dibebani dan harus ditolong.

Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (6)

Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Dua Tokoh NU-Muhammadiyah (4)

TGB melihat banyak nilai-nilai Islam yang diimplementasikan Presiden Prabowo dalam pemerintahannya. Pertama, yaitu tahqiq al-Ishlah (mewujudkan rekonsiliasi), kemudian nusratul mustadh'afin (mewujudkan keadilan). Itu yang terlihat dengan jelas. Bagi TGB, Presiden Prabowo juga bukan type pemimpin yang mengusung formalisme Islamisme, karena Presiden Prabowo faham kalau itu dilakukan justru dapat menyebabkan ketegangan antar kelompok masyarakat di Indonesia. Kita tidak memerlukan pemimpin yang mengedepankan simbolisme agama, tetapi yang kita harapkan adalah pemimpin yang bisa menangkap dan menerjemahkan nilai-nilai Islam dalam kebijakan. Dalam kontek ini TGB sangat respek pada Presiden Prabowo karena memiliki ketajaman dalam menerjemahkan nilai-nilai Islam dalam kebijakan pemerintahannya.

Penilaian lain TGB, Presiden Prabowo juga memiliki kemampuan memahami Islam sebagai gerakan, dalam arti bahwa Islam bukan hanya norma, tetapi memberikan wadah kreasi bagi orang-orang untuk bergerak melakukan kebaikan. TGB melihat Presiden Prabowo terlihat sekali mencoba membangun kesepakatan dengan gerakan-gerakan Islam yang nyata memberikan kontribusi bagi negara kesatuan republik Indonesia.

Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Dua Tokoh NU-Muhammadiyah (3)

Presiden Prabowo, menurut TGB tidak melihat gerakan-gerakan Islam sebagai rival negara, tetapi dilihat sebagai mitra dengan kesadaran dan basis pemikiran bahwa ormas Islam adalah kumpulan orang-orang yang terinspirasi pada nilai-nilai Islam yang mulia.

Nilai-nilai ke Islaman dalam gerakan gerakan ini telah menginspirasi Presiden Prabowo untuk membuat kebijakan-kebijakan yang baik. Intinya bahwa TGB melihat Prsiden Prabowo memiliki kematangan dan wisdom serta kematangan dalam pemahaman ke Islaman yang kuat yang telah diwujudkan dalam setiap kebijakannya. Ini tentu dipengaruhi oleh background perjalannya yang panjang di dunia militer, di dunia sipil, dan dalam proses kontestasi yang panjang sehingga memberi pengaruh kematangan yang sangat kuat dalam kepemimpiannya. Kematangan inilah yang akan membawa Indonesia ke depan menjadi negara yang kuat (bersambung)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)