Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 30 April 2026
home global news detail berita

Warga Grand Wisata Bangun Perkampungan NU-Muhammadiyah, Undang Prof Mu'ti dan Gus Ipul Hadiri Peletakan Batu Pertama

tim langit 7 Rabu, 23 Juli 2025 - 09:31 WIB
Warga Grand Wisata Bangun Perkampungan NU-Muhammadiyah, Undang Prof Mu'ti dan Gus Ipul Hadiri Peletakan Batu Pertama
LANGIT7.ID-Jakarta; Ada gebrakan menarik yang dimotori pimpinan Muhammadiyah dan NU di Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat. Dua pimpinan di level ranting ini, sedang mewujudkan ide besar untuk membuat perkampungan NU-Muhammadiyah di lahan pemberian Bupati di area fasilitas umum yang dimiliki pemerintah daerah setempat.

Menurut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bekasi H.Bakir Nurhadi, dua ormas Islam di level ranting Grand Wisata ini, masing-masing mendapatkan "jatah" lahan1100m2,. Total lahan untuk kedua ormas menjadi 2200m2. "Di lahan ini yang akan dimanfaatkan untuk membuat perkampungan NU-Muhammadiyah. Jika perkampungan ini selesai dibangun, maka akan menjadi simbol harmonisasi NU-Muhammadiyah yang pertama di Indonesia," ujar Bakir dengan penuh antusias. Pernyataan Bakir ini disampaikan saat memimpin rombongan NU-Muhammadiyah menemui Mendikdasman Prof Dr Abdul Mu'ti atas nama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah di rumah dinas di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam (22/7/2025).

Sebagai bukti keseriusannya mewujudkan mimpi membangun perkampungan NU-Muhammadiyah, Bakir bersilaturahmi ke Prof Abdul Mu'ti untuk mendapatkan persetujuan dari pimpinan teras Muhammadiyah sekaligus mengundang untuk peletakan batu pertama pembangunan perkampungan NU-Muhammadiyah yang dijadwalkan di bulan Agustus 2025. Bahkan disampaikan juga kepada Prof Mu'ti, persiapan peletakan batu pertama sudah dirancang dengan kemeriahan acara yang bernuansa NU dan bercorak Muhammadiyah.

Turut bersama Bakir, H.Andi Tjahyadi (Ketua Tanfidhiyah Pimpinan Ranting NU) Grand Wisata, H.Muhammad Fachruddin (Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Grand Wisata), Dr H.Nahruddin Akbar dan H.Nurkhamid Alfi masing-masing wakil ketua pimpinan Muhammadiyah Grand Wisata.

Setelah bertemu Sekum PP Muhamamdiyah Prof Abdul Mu'ti, menurut rencana para pimpinan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia di level ranting ini, juga akan menemui Sekjen PBNU yang juga menjabat Menteri Sosial, H.Saefullah Yusuf (Gus Ipul).
Prof Mu'ti yang ditemui para pimpinan dua ormas di Grand Wisata ini, sangat antusias merespon gagasan besar tersebut. "Ini sangat bagus tidak hanya untuk NU dan Muhammadiyah, tetapi sangat bagus buat Indonesia," ujar Prof Mu'ti. Bahkan, ia juga segera menghubungi Gus Ipul untuk diajak datang bersama dalam jadwal peletakan batu pertama pembangunan kampung NU-Muhammadiyah. "Sekalian sidang kabinet di sana (Grand Wisata) karena sama-sama menteri,'" seloroh Prof Mu'ti yang langsung disambut gerrr rombongan dua pimpinan NU-Muhammadiyah yang bersilaturahmi ke kediaman dinas.

Menurut Prof Mu'ti, gagasan-gagasan kebersamaan dua ormas Islam ini memang perlu dikembangkan agar kehidupan umat menjadi lebih sejuk. Ia memberi contoh bagaimana kampus Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) mendadak viral karena saat wisuda ada mahasiswi yang beragama Kristiani merasa nyaman kuliah di kampus Muhammadiyah. Karena merasa nyaman, Laura Amandasari, mahasiswi Kristen saat memberi sambutan mewakili wisudawan/wisudawati berprestasi membuat pantun,"Dari Klaten ke Argentina, mampir dulu ke kota Kudus; Agar Si Kristen ini tidak ke mana-mana, adakah beasiswa S2 sampai lulus." Spontan pantun ini memecahkan suasana yang tadinya hening menjadi ger-geran. Yang menarik pantun Laura ini langsung direspon Prof Mu'ti yang hadir dalam acara wisuda tersebut."Tadi pantun dari Klaten ke Argentina kemudian tersesat di Kudus, tapi saya kira pesannya sudah sampai. Insya Allah aspirasinya bisa dipenuhi oleh pak rektor (Prof Dr Agussan MAP). Kalau tidak dipenuhi saya akan menggunakan otoritas saya sebagai Sekretaris Umum PP Muhamamdiyah," jelas Prof Mu'ti.
Cerita yang dikutip Prof Mu'ti ini, sebenarnya ia ingin memberikan sebuah gambaran bahwa harmonisasi kehidupan umat, baik antar umat Islam maupun antar umat beragama harus dijaga dengan baik.

Warga Grand Wisata Bangun Perkampungan NU-Muhammadiyah, Undang Prof Mu'ti dan Gus Ipul Hadiri Peletakan Batu Pertama

Selaras dengan gagasan harmonisasi kehidupan antar umat Islam ini, maka dua pimpinan NU-Muhammadiyah di Grand Wisata ingin mewujudkannya dalam bentuk membangun perkampungan sebagai simbol harmonisasi dan kerukunan dari kedua ormas Islam terbesar di Indonesia ini.

Menurut rencana, namun sifatnya masih ide, seperti yang dijelaskan salah satu pimpinan Muhammadiyah Grand Wisata, H.Nurkhamid Alfi, ada gagasan membangun gedung kembar yang dimiliki NU- Muhamamdiyah, di mana di dalamnya ada ruang serba guna, ada tempat perkantoran dan juga tempat penginapan bagi tamu-tamu dari NU dan Muhammadiyah.

Selain itu, juga menjadi pusat pendidikan, di mana kedua ormas ini sama-sama sudah menyiapkan versi masing-masing.
H.Andi Tjahyadi, Ketua Tanfidhiyah PRNU Grand Wisata menjelaskan, gagasan besar yang diinisiasi NU-Muhammadiyah ini sudah terdengar di PBNU. Bahkan, katanya, salah satu pimpinan teras PBNU KH Ulil Abshar Abdalla berencana mengembangkan di level pimpinan pusat dari kedua ormas. "Ide di Grand Wisata ini bisa menjadi role model untuk daerah daerah lainnya bahkan sampai tingkat nasional," ujar H.Andi.

Sementara itu, H.Fachruddin, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Grand Wisata menjelaskan kepada Prof Mu'ti bahwa persiapannya untuk membangun gedung di perkampungan NU-Muhammadiyah ini sudah matang. Kepada Prof Mu'ti, ia menjelaskan soal pendanaan pun tidak ada masalah karena pembangunan ini akan dibiayai dari sumbangan warga yang tinggal di Grand Wisata. "Malah baru jalan sebentar sudah terkumpul dana 300 juta Prof Mu'ti," ujar H.Fachruddin mengupdate. Mendengar laporan H.Fachruddin, Pro Mu'ti merespon,"Cepat sekali ya sudah terkumpul 300 juta."

Cepatnya memperoleh sumbangan dana, kata H.Fachruddin, tidak lepas warga yang tinggal di Grand Wisata kebanyakan kalangan pengusaha yang juga memiliki komitmen yang kuat untuk pembangunan ummat. "Semoga kebersamaan Muhammadiyah-NU di Grand Wisata menjadi inspirasi bagi pembangunan keumatan di tingkat nasional," pungkasnya.(*/saf)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 30 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)