LANGIT7.ID, Jakarta - Mimbar masjid sebelumnya tidak pakai oleh Nabi. Beliau hanya bertopang pada pohon kurma sampai akhirnya ada tukang kayu yang mendatanginya menawarkan mimbar.
Mimbar adalah banguna berbentuk panggung kecil di dalam masjid yang digunakan untuk berkotbah. Mimbar masjid biasnya terletak di tempat shalat Imam (menjadi bagian dari mihrab) di mana seluruh jamaah bisa melihat.
Dalam bentuknya yang paling sederhana, mimbar terbuat dari kayu yang memiliki tiga tangga. Seringkali didiesain berkubah di bagian atas tangga dan memiliki pintu yang dapat ditutup.
Pada awal penyebaran Islam, mimbar tidak memiliki desain khusus. Nabi Muhammad biasa menyampaikan khutbah atau pidato dengan bertopang pada pohon kurma di Masjid Nabawi.
Hingga pada suatu ketika, worang tukang kayu menawaarkan membuatkan mimbar yang memiliki tempat duduk tinggi dari kayu tamariska dengan dua tangga di depannya. Dengan dmeikian, Rasulullah akan merasa lebih nyaman dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam.
Penggunaan mimbar dengan tangga dan kursi tetap kemudian dilanjutkan pada era kekhalifahan. Selain sebagai tempat berpidato, mimbar juga menandakan otoritas sang pemimpin.
Selama abad pertama Islam, gubernur provinsi juga menggunakan minbar untuk berpidato, dan mendengar aspirasi yang berhubungan dalam kapasitas mereka sebagai penguasa.
Ketika khutbah tak lagi bermuatan politik dan menjadi khutbah murni agama selama pemerintahan khalifah Abbasiyah, mimbar hanya menjadi simbol keagamaan di masjid.
(bal)