LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pemerintah saat ini berkonsentrasi penuh terhadap program
revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Melalui program ini,
SMK dirancang sebagai pusat lahir generasi mandiri dan kreatif sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)
Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya soft skill seperti etos kerja, kemandirian, kewirausahaan, dan kemampuan beradaptasi di era digital.
Ia mengingatkan agar
SMK tidak hanya menghasilkan pencari kerja (job seeker), tetapi juga pencipta lapangan kerja (job creator).
"Revitalisasi SMK adalah ikhtiar bersama untuk mengubah stigma negatif dan menjadikan SMK sebagai pusat lahirnya generasi mandiri, kreatif, dan berdaya saing global," ujar Abdul Mu'ti dalam kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Revitalisasi SMK Tahap 8, di Jakarta, dikutip Rabu (3/9/2025).
Baca juga: Kawal Terus Program Revitalisasi Sekolah, Segera Laporkan Dugaan Kecurangan di Layanan Pengaduan Berikut IniSementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Diksi PKLK), Tatang Muttaqin, melaporkan perkembangan pelaksanaan program Revitalisasi SMK hingga tahap ke-8. Menurut Tatang, sebanyak 1.257 SMK telah menerima bimtek revitalisasi dari target awal 767 sekolah yang menjangkau 34 provinsi.
"Revitalisasi SMK mencakup penguatan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana-prasarana, dan perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. Harapannya, lulusan SMK semakin kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja maupun melanjutkan studi," jelas Tatang.
Melalui langkah nyata ini, Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang lebih relevan, adaptif, dan berdaya saing global. Revitalisasi SMK tidak hanya menjadi program peningkatan sarana prasarana, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk membentuk generasi muda Indonesia lulusan SMK sebagai "agent of civilization" yang cerdas, berkarakter, mandiri serta menyiapkan lulusan dengan tiga jalur utama yakni Bekerja, Melanjutkan studi, atau Wirausaha (BMW).
Baca juga: Target Revitalisasi Sekolah Tahun Ini Bertambah, dari Semula 10.440 Menjadi 13.763 SekolahPada kesempatan yang sama, Menteri Mu'ti mengingatkan kembali mengenai pentingnya penguatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Sebab ini menjadi hal utama dalam mendukung program Revitalisasi SMK.
Menurut Mu'ti, keberhasilan revitalisasi SMK tidak hanya ditentukan oleh modernisasi sarana, tetapi terutama oleh kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.
"Peralatan canggih hanya akan menjadi pendukung jika guru tidak hadir sebagai pendidik yang profesional, kompeten, dan bermoral. Guru SMK harus menjadi fasilitator sekaligus pembimbing, bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi juga agen peradaban yang mentransfer nilai, akhlak, dan karakter," imbuh Menteri Mu'ti.
(lsi)