LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan peran besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sutan Syarif Kasim Riau dalam mencetak generasi Islam yang unggul. Hal itu ia sampaikan saat memberikan pembinaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di kampus tersebut, Kamis (18/9), di Pekanbaru.
Menurut Menag, UIN tidak boleh hanya menjadi lembaga pendidikan biasa. Ia mengibaratkannya sebagai lautan yang menumbuhkan calon penerus bangsa. Karena itu, kampus Islam harus mampu melahirkan mahasiswa yang berilmu sekaligus menjaga kesucian hati. “UIN ini adalah lautan yang di dalamnya tumbuh bakal calon generasi penerus. Maka, mari kita didik mereka agar jauh dari dosa dan terhindar dari maksiat, karena orang arif tercipta dari ilmu yang masuk melalui kesucian hati,” tegasnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/9/2025).
Ia juga menekankan pentingnya transformasi menyeluruh, tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga bagi dosen dan aparatur kampus. “Transformasi bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk para pendidik dan aparatur. UIN harus menjadi pusat keilmuan agama Islam di Indonesia, mencetak generasi penerus yang tersohor, serta mampu melakukan riset mendalam tentang bagaimana mahasiswa belajar dan berkembang,” ujar Menag.
Sejalan dengan pesan tersebut, Rektor UIN Suska Riau Leny Nofianti menyampaikan bahwa pihaknya telah mengintegrasikan konsep ekoteologi dalam berbagai aspek kampus. Pendekatan ini diterapkan baik dalam pendidikan agama, layanan keagamaan, maupun inovasi akademik.
“Kami sudah mengimplementasikan ekoteologi dalam layanan keagamaan, integrasi dalam pendidikan agama, serta menjadikannya dasar dalam inovasi kampus,” tuturnya.
Dukungan terhadap arah baru ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Riau. Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Karena itu, ia siap bersinergi dengan Kementerian Agama dalam memperkuat program kampus dan madrasah.
“Pendidikan adalah prioritas kami. Karena itu, kami mendukung sepenuhnya langkah UIN Suska Riau dalam mengembangkan konsep ekoteologi, serta program Kemenag dalam memperkuat madrasah sebagai lokus pembangunan ilmu agama Islam di Riau,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut hadir pula Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad, bersama jajaran pimpinan kampus. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut memperkuat pesan bahwa UIN Suska Riau kini menjadi pusat perhatian dalam mendorong lahirnya generasi Islam unggul yang menggabungkan kecerdasan intelektual, kesadaran spiritual, dan tanggung jawab ekologis.
(lam)