LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama kembali menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Revitalisasi Asrama Haji yang dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Agenda bulanan ini berlangsung di Asrama Haji Indramayu dan fokus pada pemantauan serta penguatan akuntabilitas proyek-proyek pembangunan di berbagai daerah.
Dalam rapat tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen memaparkan perkembangan pembangunan di Asrama Haji Banten, Indramayu, Lampung, Banjarmasin, dan Aceh. Hadir pula Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Bappenas Didik Darmanto bersama Inspektur V Itjen Kementerian Agama Ahmadun.
Ahmadun menegaskan bahwa evaluasi menjadi langkah penting untuk menjamin manfaat proyek bagi jemaah. “Evaluasi ini langkah nyata untuk memastikan proyek SBSN berjalan sesuai jadwal kontrak dan segera memberi manfaat bagi pelayanan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/9/2025).
Menurutnya, mekanisme evaluasi juga berfungsi memperkuat akuntabilitas proyek. “Kami ingin memastikan setiap progres pembangunan tercatat, setiap hambatan teridentifikasi, dan setiap solusi bisa ditindaklanjuti secara cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan revitalisasi membutuhkan dukungan bersama. “Keberhasilan revitalisasi Asrama Haji ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga tentang kualitas pelayanan haji yang harus makin meningkat,” tandasnya.
Rangkaian rapat ditutup dengan kunjungan lapangan di kawasan Indramayu. Tahun ini, asrama tersebut kembali mendapatkan alokasi SBSN untuk sejumlah pekerjaan, antara lain pembangunan Tower 4 dan penataan kawasan senilai Rp79,95 miliar, pembangunan Gedung Dapur Rp4,1 miliar, serta pembangunan Gedung Klinik Rp3,43 miliar.
Direktur Bappenas Didik Darmanto menegaskan bahwa 2025 menjadi tahun terakhir alokasi SBSN bagi Asrama Haji Indramayu. “Seluruh proyek harus berjalan maksimal dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan,” tegasnya.
Ia menutup pernyataan dengan menegaskan fungsi dana publik. Menurut Didik, setiap rupiah dari anggaran SBSN diarahkan agar benar-benar memberi manfaat nyata dalam peningkatan layanan haji di Indonesia.
(lam)