LANGIT7.ID-, Bandung - - Sebuah pujian dilontaran Presiden
Prabowo Subianto terhadap Kepala
Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, lantaran mengembalikan dana program
Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 70 triliun, setelah diberikan tambahan anggaran Rp 100 triliun tahun 2025.
Prabowo menilai bahwa perilaku Dadan adalah sejarah. Sebab biasanya, para pejabat kerap memilih menghabiskan uang mendekati akhir bulan.
"Rp70 triliun dikembalikan. Ini saya kira dalam sejarah Republik Indonesia, hampir nggak pernah terjadi pejabat mengembalikan uang. Biasanya udah mulai November pejabat menghabis-habiskan uang, mencari kegiatan untuk anggaran dihabiskan," kata Prabowo, mengutip tayangan YouTube Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Minggu (19/10/2025).
Prabowo yang kala itu hadir dalam prosesi sidang senat pengukuhan mahasiswa baru sekaligus wisuda sarjana di UKRI,
Anggaran itu dikembalikan, lanjut Prabowo, lantaran
BGN mengakui tidak mudah membangun 30.000 dapur umum tambahan hingga akhir tahun. Diketahui, ada sejumlah syarat yang ditetapkan BGN kepada Mitra yang ingin membangun dapur. Jika tidak memenuhi syarat dan ketentuan, para mitra dapat terkena kebijakan
rollback.
"Dalam perjalanan karena memang tidak gampang membangun 30.000 dapur dalam satu tahun, beliau mengatakan 'Pak sampai akhir tahun 2025 ini sesungguhnya kami tidak perlu seluruhnya,', sehingga beliau kembalikan kepada pemerintah pusat, kepada saya beliau kembalikan Rp 70 triliun," ungkap Prabowo.
Dengan dikembalikannya dana sebesar Rp 70 triliun, pemerintah akan menggunakannya untuk program lain, seperti membantu masyarakat miskin di kota dan desa-desa, serta membantu nelayan yang membutuhkan.
Baca juga: Presiden Prabowo Perintahkan Kepala BGN Evaluasi Kebersihan Dapur MBG, Minggu Depan RampungKembali memuji, Prabowo menyebut Dadan sebagai patriot karena tidak ingin mengakali uang tersebut.
"Jadi saya kira Pak Dadan ini perlu kita hormati sebagai seorang patriot. Kalau ada pemimpin-pemimpin seperti Profesor Dadan ini yang tidak mau akal-akalan. Beliau bisa saja sudah ada anggarannya, beliau panggil nanti tim, panggil anak buahnya, 'ayo bikin proyek, bikin proyek, bikin proyek'. Tidak, beliau punya tanggung jawab pada bangsa dan negara dan rakyat Indonesia," beber Prabowo.
Prabowo beranggapan, hal ini pula yang membuat dirinya terasa gagah. Ia tidak segan memberikan dana jika tujuannya untuk membangun masyarakat.
(lsi)