LANGIT7.ID-, Tegal -
Banjir bandang menerjang kawasan wisata Guci di Kabupaten
Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (20/12). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan, hingga Minggu (21/12) tidak ada korban jiwa, namun terjadi kerusakan infrastruktur cukup parah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulis di laman resmi BNPB mengatakan, kerusakan infrastruktur pada kawasan wisata Guci, meliputi selang pipa air panas, jembatan penyeberangan kecil di area Pancuran 13, serta pohon tumbang di area Pancuran 5.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tegal bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material yang terbawa arus banjir bandang di kawasan tersebut.
Sebagaimana dalam rencana aksi yang diterima BNPB, pembersihan difokuskan pada area pemandian air panas dan jalur akses wisata guna memastikan keselamatan pengunjung dan masyarakat sekitar.
Selain pembersihan, kata Abdul, tim petugas gabungan saat ini juga melakukan monitoring kondisi aliran Sungai Gung yang mengaliri kawasan Guci untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Menurut dia, kawasan wisata Guci sementara ditutup hingga seluruh proses perbaikan dan pembersihan selesai.
Hingga kini Pemerintah Kabupaten Tegal terus memantau kondisi aliran Sungai Gung guna memastikan keamanan kawasan wisata. Setelah proses pembersihan dan perbaikan selesai, kawasan wisata Guci direncanakan dapat kembali dibuka untuk masyarakat.
Baca juga: Update Banjir Sumatera: Korban Meninggal Kini Mencapai 1.059 JiwaBanjir bandang menerjang kawasan wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (20/12) pukul 16.30 WIB. Saat itu terjadi hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lama, hingga aliran sungai meluap dan menerjang kawasan wisata Guci.
Banjir bandang ini membuat kolam air panas di lokasi tersebut tersapu derasnya arus air. Pantauan visual di lapangan, material lumpur, pasir dan batu menutup sebagian area wisata. Untuk keamanan, kawasan wisata tersebut ditutup sementara untuk umum.
Atas peristiwa tersebut, diimbau kepada masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung, khususnya wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga kawasan Pantura untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Baca juga: Seskab Teddy Soal Desakan Status Bencana Nasional: Negara Sudah Lakukan Penanganan Skala Nasional(lsi)