Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 16 Maret 2026
home masjid detail berita

Meneladani Filosofi Petani, Pesan Mustasyar PBNU Tentang Rahasia Panen di Akhirat

tim langit 7 Senin, 19 Januari 2026 - 10:33 WIB
Meneladani Filosofi Petani, Pesan Mustasyar PBNU Tentang Rahasia Panen di Akhirat

LANGIT7.ID-Jakarta; Konsep sebab-akibat dalam kehidupan manusia sejatinya serupa dengan aktivitas pertanian di ladang. Prinsip tersebut menjadi inti pesan yang disampaikan oleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Idris Hamid, mengenai cara manusia menata amal perbuatan demi bekal di masa depan.

Dalam pengajian Ihya Ulumuddin di Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan, Jumat (16/01/2026), Kiai Idris menekankan bahwa hasil yang akan dipanen di akhirat sangat bergantung pada apa yang dikerjakan manusia selama di dunia. Ia memberikan perumpamaan bahwa hati manusia berperan sebagai tanah, iman sebagai benih, dan amal perbuatan merupakan proses perawatannya.

“Hati ini seperti tanah, dan iman seperti biji-bijian. Jika bijinya bagus maka hasilnya bagus. Namun jika benihnya jelek, maka panennya juga jelek,” terangnya, dilansir dari situs NU, Senin (19/1/2026).

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah tersebut, hukum sebab-akibat bersifat mutlak. Seseorang yang mengharapkan kebahagiaan di akhirat namun gemar bermaksiat di dunia diibaratkan seperti petani yang mengharap panen melimpah tetapi menanam benih yang rusak dan malas merawat ladangnya.

Kiai Idris menjelaskan lebih lanjut mengenai filosofi tersebut. “Filosofi hidup itu seperti bertani, ada sebab dan akibat. Jika sebabnya baik, akibatnya baik. Jika sebabnya jelek, akibatnya juga jelek,” ungkapnya.

Proses perbaikan diri secara konsisten juga disamakan dengan rutinitas petani dalam mencangkul, membersihkan gulma, serta memberi pupuk pada tanaman. Hal ini bertujuan agar kualitas hidup manusia terus meningkat dan sisa-sisa keburukan dapat dibuang.

“Kehidupan harus terus diolah. Yang jelek dibuang, yang baik dirawat dan ditambah, seperti petani memilih hasil panennya,” jelasnya.

Melalui pesan tersebut, umat Islam diajak untuk lebih serius dalam menanam kebaikan sejak saat ini. Kiai Idris menegaskan bahwa segala bentuk amal baik yang ditanam di dunia akan menjadi panen yang bernilai tinggi saat hari kiamat tiba.

“Maka mari kita lakukan yang baik-baik di dunia agar panennya di akhirat juga bagus,” tegasnya.

Sebagai penutup, Kiai Idris menekankan bahwa kualitas amal selama di dunia merupakan penentu utama kemuliaan seseorang di akhirat kelak. Ia menganalogikan amal saleh dengan komoditas pertanian unggulan, seperti padi atau bawang berkualitas tinggi, yang secara otomatis memiliki nilai jual mahal. Menurutnya, jika manusia konsisten menjaga kebaikan dalam hidupnya, maka hasil yang akan mereka terima pada hari pembalasan pun akan sangat istimewa.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 16 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:05
Ashar
15:12
Maghrib
18:09
Isya
19:17
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)